| Rabu, 15 Juni 2005 | NASIONAL |
"Hotline" SMS SBY Diumumkan Hari IniJAKARTA- Ponsel Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bernomor 0811-109949 yang ngadat akibat mendapat ribuan pesan singkat (SMS), rupanya kini sudah ada solusinya. SMS berisi pengaduan dari masyarakat itu akan ditampung dalam server atau komputer penerima dengan nomor hotline khusus yang akan diumumkan hari ini (Rabu 15/6). Informasi yang disampaikan juru bicara Presiden, Andi Mallarangeng, di Kantor Presiden, Selasa (14/6) sore kemarin, tampaknya mengacu pada masukan pakar telematika Roy Suryo sehari sebelumnya. Seperti diketahui, ketika kasus SMS Presiden mencuat, ahli telekomunikasi asal Yogyakarta itu langsung tampil berbicara. Roy yang kabarnya juga ditelepon Presiden, dalam percakapan dengan radio dan SMS yang dikirim kepada wartawan menyayangkan penggunaan ponsel biasa untuk menampung masukan yang datang dari masyarakat. "Sayang, niat baik Presiden SBY seharusnya tidak sekadar membuka layanan ponsel konvensional (yang berakibat overflow/bottleneck), tapi dengan hotline khusus alias server SMS berkapasitas besar," kata Roy dalam SMS-nya. Fotografer yang kerap diminta konfirmasinya soal keaslian foto bugil para selebritis di internet ini berpendapat, nomor yang dipakai Presiden untuk menjaring masukan SMS dari masyarakat sebaiknya juga yang mudah diingat. "Misalnya empat digit; 7737 yang artinya Presiden, sehingga bisa multioperator dan tidak hang," tambahnya. Untung Besar Roy mengingatkan, jika Presiden menggunakan nomor lama beridentitas tanggal dan tahun kelahirannya, 9 September 1949, yakni 0811-109949, maka hal itu hanya akan menguntungkan salah satu operator telepon seluler. Sebab, dengan demikian, operator dengan nomor prefix 0811 tersebut akan meraup untung besar dari jutaan SMS yang masuk. Karena itu, dia mengusulkan nomor telepon yang bisa multioperator, atau memakai nomor yang dioperasikan oleh Telkom sebagai perusahaan milik pemerintah. "Telkom kan juga memiliki fasilitas seperti itu," tambahnya. Entah masukan Roy yang didengar atau ada pertimbangan lain, yang jelas kemarin Andi memastikan, SBY tidak akan menggunakan nomor ponselnya yang digunakan sejak sebelum menjadi presiden untuk menampung SMS. Pesan itu akan ditampung lewat server SMS bernomor empat digit yang selanjutnya akan ditangani oleh sebuah tim khusus. "Insya Allah besok sore (hari ini) Presiden akan mengumumkan langsung nomornya. Dan saat itu juga SMS server bekerja. Demikian juga tim yang bertanggung jawab untuk meresponsnya," kata dia. Menurut Andi, tim itulah yang nanti akan mengklasifikasikan SMS yang masuk sebelum menyerahkannya kepada Presiden. Sampai kemarin persiapan pengoperasian server SMS tersebut sedang dilakukan. Termasuk pengerjaan sistem jaringan dan backbone programnya. "Sekarang masih dilakukan review beberapa hal. Diharapkan Rabu besok sudah tuntas semuanya," katanya, seraya menambahkan, dengan dipilihnya penggunaan server, lima nomor tambahan yang semula akan diumumkan kepada publik untuk menampung SMS masyarakat itu dibatalkan. Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) siap membantu Presiden SBY terkait software SMS yang bisa dipergunakan oleh orang pertama di Indonesia tersebut. "Tawaran tersebut sekarang ini sedang diusulkan Rektor ITS (Prof Dr Ir Muhammad Nuh) kepada Presiden. Tawaran kami sekadar solusi saja," kata Kepala Humas ITS Surabaya, Sukemi di Surabaya, kemarin. (A20,G14-48,46t) |