logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Juni 2005 SEMARANG
Line

20 CPU SMK Muhammadiyah Dicuri

WELERI- Sebanyak 20 unit CPU Pentium IV dan monitor tiga buah milik SMK Muhammadiyah 3 Weleri di Jl Bahari 345 Penaruban, Weleri, Kendal Senin (13/6) malam digondol pencuri. Akibatnya, pihak sekolah menderita kerugian sekitar Rp 20 juta.

Aksi tersebut kali pertama baru diketahui penjaga malam Ashari (30), warga Penaruban, Weleri sekitar pukul 20.00. Pelaku diperkirakan beraksi saat pergantian jaga siang ke malam antara pukul 18.00-20.00.

"Saat itu Ashari curiga, karena lampu penerangan di teras ruang komputer terlihat padam," kata Syafei (43), karyawan bagian TU SMK itu, kemarin.

Padahal, ujar dia, lampu teras tersebut pada sore sebelumnya sudah dinyalakan. Ashari bermaksud menyalakan kembali dengan menekan tombol sakelar, namun lampu tetap tak menyala.

Dengan menggunakan lampu senter, Ashari melongok bagian dalam ruangan komputer. Saat itulah dia mengetahui sejumlah CPU dan beberapa layar monitor raib dari tempatnya.

Selanjutnya, saksi melaporkan kepada dua teman sesama penjaga malam yakni Suwandi (35), penduduk Desa Sambongsari, Weleri dan Turmujiono (40), warga Penyangkringan, Weleri. Mereka bertiga kemudian lapor ke Mapolsek Weleri.

Congkel Jendela

Berdasar pengamatan Suara Merdeka di lapangan, aksi pencurian diduga kuat melibatkan lebih seorang pelaku. Sebab barang-barang yang diangkut cukup banyak.

Mereka masuk ke ruang komputer melalui jendela kaca dan teralis pelat besi paling pojok timur. Baik jendela maupun teralis besi itu cukup mudah dibuka paksa dengan obeng.

Sebab selain jendela hanya dikunci dengan sebuah pengaman, bagian teralisnya hanya diperkuat dengan sekitar enam baut kecil.

Kondisi itu makin rentan, karena daun jendela dan kusennya menggunakan bahan kayu kalimantan yang empuk. Kawanan pencuri juga semakin leluasa beraksi, karena kompleks sekolahan tersebut belum dipagari. Padahal, berada di tengah areal persawahan.

"Pagar bumi dan pintu gerbang baru dibangun di bagian depan sekolah. Kalau pencuri lewat depan sekolah, tak mungkin karena pintu gerbang pada malam hari selalu tertutup," ujar Syafei. (G15-54s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA