logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Juni 2005 SEMARANG
Line

Kampanye Pilbup Sulit Terpantau

KENDAL - Pelaksanaan kampanye pemilihan Bupati Kendal yang digelar para pasangan cabup-cawabup dan tim suksesnya sulit terpantau KPUD ataupun Panwas Pilkada. Pasalnya, pada hari ke-5 kampanye, KPUD dan Panwas Pilkada cenderung terlambat menerima pemberitahuan mengenai lokasi dan waktu kampanye.

Padahal sesuai dengan aturan, pemberitahuan waktu kampanye seharusnya tiga hari sebelum kegiatan dilaksanakan. "Jadwal pelaksanaan kampanye tiap-tiap cabup-cawabup telah ditetapkan KPUD. Namun pemberitahuan lokasi dan waktu kampanye cenderung terlambat disampaikan kepada KPUD," kata Ketua KPUD Kabupaten Kendal Kami Hartono SH didampingi anggota KPUD Soufyan Hadi MSi, kemarin.

Kondisi tersebut mengakibatkan pelaksanaan kampanye yang digelar secara serentak di 19 wilayah kecamatan di Kabupaten Kendal cenderung sulit terpantau.

"Pemberitahuan lokasi dan waktu kampanye ke KPUD dan Panwas sifatnya memang sebatas tembusan. Yang utama, ditujukan ke Polres Kendal. Meski demikian, KPU dan Panwas tetap membutuhkan informasi itu."

Lebih lanjut dijelaskan, sampai sejauh ini pemberitahuan lokasi dan waktu kampanye ke KPUD masih sebatas dilakukan oleh dua dari tiga pasangan cabup-cawabup yang bersaing.

Thoha-Ismawati Kampanye

"Kampanye model itu tampaknya baru dilakukan satu kali oleh pasangan Endro Arintoko-Agus Sholeh dan Thoha Masrukh-Ismawati. Kami menilai, kampanye pilbup ini belum dimanfaatkan secara optimal," ujar Kami Hartono.

Kemarin merupakan jadwal kampanye Thoha Masrukh-Ismawati. Pasangan nomor pilih dua yang diusung PKB itu menggelar kampanye di halaman rumah Ketua PAC PKB Kecamatan Ngampel Khozin SE.

Ratusan warga tampak mengikuti jalannya kampanye yang berakhir pukul 12.00 tersebut. Selain Thoha Masrukh-Iswawati, hadir pula dalam kegiatan itu fungsionaris DPC PKB Kendal KH M Danial.

Cawabup Hj Ismawati yang tampil dan berorasi itu mampu "membius" dan menggerakkan pendukungnya.

"Nomor satu dibuka, nomor dua dicoblos, kemudian nomor tiga ditutup. Jangan lupa itu, pada 26 Juni nanti coblos nomor dua," tegas Ismawati disambut tepuk-riuh pendukungnya.

Sementara itu, pilkada langsung di beberapa daerah belum memberikan kontribusi bagi peningkatan kecerdasan rakyat dalam memproses pemimpin yang dapat meningkatkan terwujudnya good governance dan percepatan kesejahteraan rakyat. Namun, pilkada dapat menjadi momen baik pembelajaran politik bagi parpol dan rakyat.

Hal itu diungkapkan anggota DPRD Kota Salatiga Muh Haris SH dalam seminar bertema "Membangun Sinergi Komunitas Menuju Pilkada yang Demokratis dan Elegan", di balai Muhammadiyah Kauman Salatiga, Selasa (14/6).

Seminar diselenggarakan IMM Cabang Salatiga. Pembicara lainnya Dr Khudzaifah Dimyati SH MH dari UMS dan Prof Achmadi dari Muhammadiyah Jateng.

Menurut Haris, dalam proses pelaksanaan perekrutan calon bupati atau calon wali kota belum menjamin transparansi dan partisipatif internal dari partai yang mencalonkannya. (G15,H2-54sn)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA