logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Juni 2005 SEMARANG
Line

Petani Diminta Sesuaikan Jenis Tanaman

  • Hadapi Musim Kemarau

GROBOGAN - Memasuki musim kemarau, para petani diminta menyesuaikan jenis tanaman yang akan ditanam. Hal itu untuk menghindari gagal panen atau puso. Sebab, anomali iklim dikhawatirkan menyebabkan banyak petani gagal panen. Bahkan, ada kemungkinan mereka sulit bercocok tanam lagi.

"Para petani diminta menyesuaikan jenis tanaman yang ditanam. Jangan langsung memutuskan tanaman padi apabila belum ada kepastian bahwa curah hujannya cukup," ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemkab Grobogan Ir Edhie Sudaryanto MM didampingi Kabag Humas Adi Djatmiko SH menanggapi kemarau yang mulai dirasakan warga Grobogan, kemarin.

Beberapa wilayah yang berpotensi tinggi mengalami gagal panen itu berada di enam kecamatan, yaitu Grobogan, Toroh, Purwodadi, Brati, Tawangharjo, dan Ngaringan.

Bahkan, laporan sementara yang dihimpun Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemkab Grobogan diketahui, areal tanaman padi seluas 1.489 ha puso, rusak berat (1.115 ha), rusak sedang (2.047 ha), dan rusak ringan (1.805 ha).

Karena itu, Edhie menganjurkan para petani untuk menanam palawija. Khususnya mereka yang berada di daerah tadah hujan. "Bagi petani yang berada di daerah tadah hujan diminta menanam padi satu kali saja. Kecuali, jika memungkinkan menanam padi gogo rancah," ungkapnya.

Pihaknya kini juga mengupayakan bantuan benih kepada Gubernur ataupun Pemerintah Pusat. Selain itu, mencari bantuan untuk pembuatan sumur resapan dan sumur gali di Kabupaten Grobogan.

Anggota DPRD Grobogan Drs Budi Susilo mengatakan, pembuatan sumur resapan di beberapa daerah itu memang cukup membantu warga untuk memperoleh air bersih. Meski demikian, ada pula sumur resapan yang tidak dapat dimanfaatkan karena berlumpur. "Memang pembuatan sumur resapan atau sumur gali itu perlu segera digalakkan," tandas dia. (H3-56j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA