logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Juni 2005 KEDU & DIY
Line

Meningkat, Penderita HIV/AIDS DIY

YOGYAKARTA - Penderita HIV/AIDS di wilayah DIY berdasarkan Dinas Kesehatan saat ini berjumlah 187 orang. Sebagian besar penderita berasal dari kalangan mahasiswa. Jumlah tersebut naik empat kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu yang tercatat 48 orang.

Spesialis penyakit dalam RSUP Dokter Sardjito yang juga anggota Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) DIY dokter Yanri Wijayanti Subronto PhD mengemukaka hal itu kepada wartawan, kemarin.

Dia mengungkapkan, penyebaran infeksi HIV/AIDS diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebagian besar penderita di DIY tersebut tertular melalui penggunaan jarum suntik narkoba.

Menurut keterangan Yanri, berdasarkan data di RSUP Dokter Sardjito, hingga Maret lalu tercatat 15 penderita yang berobat ke rumah sakit tersebut.

Dari jumlah itu, sebagian besar berjenis kelamin laki-laki dan mahasiswa. Mereka rata-rata berusia 25-28 tahun.

Dia menyebutkan, infeksi HIV/AIDS penderita sebagian besar sudah terjadi relatif lama. Namun, mereka berani berobat setelah sekian lama menderita. Jumlah itu yang baru ketahuan dan dia percaya masih banyak yang belum terdata karena HIV/AIDS seperti fenomena gunung es.

''Banyak penderita HIV/AIDS yang terlambat terdeteksi. Dari 44 kasus 2004 di RS Dokter Sardjito, 20 orang di antaranya akhirnya meninggal,'' tutur Yanri.

Nonmedis

Untuk mengobati penderita, kata Yanri, RSUP Dokter Sardjito telah mendukung secara medis, yaitu memberi subsidi obat-obatan dari Dinas Kesehatan DIY dan nonmedis melalui konsultasi dan pendampingan terhadap penderita.

Konsultasi dan pendampingan sangat perlu bagi para penderita. Pasalnya, mereka membutuhkan dukungan mental orang lain. Karena itu, pihak rumah sakit bekerja sama dengan LSM yang bergerak dalam bidang pendampingan penderita tersebut.

Menurut keterangan dokter LP Wirogunan, Budiman, beberapa waktu lalu sebuah survei menunjukkan, 22 napi yang tersebar di berbagai lembaga pemasyarakatan (LP) teridentifikasi positif terinfeksi HIV/AIDS. Napi tersebut terdapat di LP Wirogunan Yogyakarta sebanyak 16 orang dan LP Kabupaten Sleman (6 orang). (D19-16j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA