logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Juni 2005 KEDU & DIY
Line

800 Ha Tanaman Lombok Gagal Panen

BANTUL- Paling sedikit 800 ha tanaman lombok gagal panen, karena mengalami keriting daun sehingga kemungkinan tidak berbuah. Hal itu disebabkan kekeringan yang terjadi di daerah tersebut.

Apabila tidak mendapatkan air, tanaman berusia lebih dari dua bulan itu tidak akan berbuah dan dipastikan kering, kemudian mati. ''Keriting daun pada tanaman lombok ini disebabkan tanaman kurang pasokan air,'' kata Djono, petani lombok di Desa Srigading, Sanden, Kabupaten Bantul, kemarin.

Akibatnya, tutur Djono, daun lombok tidak tahan dan menggulung alias keriting. Karena daunnya keriting, proses asimilasi tanaman tidak sempurna dan berakibat tanaman itu tidak bisa berbuah.

''Jika hujan tidak segera turun kami tidak akan panen cabai,'' katanya seraya menambahkan ''Tanaman lombok tersebut tersebar di sejumlah desa yang berada di Kecamatan Sanden, Kretek, dan Bambang Lipuro.''

Menghadapi kekeringan itu, petani lombok di ketiga kecamatan tersebut hanya bisa pasrah sambil berdoa semoga hujan segera turun. ''Obat keriting ini hanya satu yaitu turun hujan. Kalau hujan tidak turun, mau diobati sebanyak apa pun lombok tetap keriting dan tidak bisa berbuah?'' papar Suroto, ketua Kelompok Tani Sri Makmur Desa Srigading.

Petani Pasrah

Petani di Kulonprogo juga pasrah. Kemarau tahun ini, menurut mereka, jauh lebih berat dari tahun sebelumnya. ''Baru sekitar tiga bulan tidak turun hujan, tetapi kondisi sawah kering kerontang dan tanaman juga mengering karena tidak ada sumber air,'' ungkap Yatno, petani asal Temon, Kulonprogo.

Di Kulonprogo saat ini lebih dari 200 ha tanaman padi terancam puso. Upaya Pemkab Kulonprogo meminjami pompa air dirasa masih kurang, karena saat ini hanya tersedia 20 unit pompa. Sementara kawasan yang terkena kekeringan cukup luas dan tersebar.

Kondisi yang sama juga terjadi di Kabupaten Gunungkidul, kekeringan yang terjadi saat ini menyebabkan puluhan hektare tanaman singkong di daerah tersebut mengalami gagal panen.

Berdasarkan data yang ada, dari 18 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, paling sedikit 14 kecamatan di antaranya mengalami kekeringan cukup parah. Dengan demikian, warga setempat betul-betul kekurangan air. (sgt-16s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA