logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Juni 2005 INTERNASIONAL
Line

Lintas Jagat

Parlemen Australia Kembali Diteror

CANBERRA - Gedung parlemen Australia di Canberra kembali diteror dengan kiriman serbuk mencurigakan Selasa kemarin. Akibatnya, sebagian kompleks parlemen sempat ditutup. Aktivitas di kompleks itu berlangsung normal kembali setelah diketahui paket itu tidak berbahaya.

Teror dengan paket serbuk mencurigakan ini merupakan yang keempat kalinya sepanjang bulan ini.

Ketua Parlemen David Hawker mengatakan, akibat kiriman paket itu, bagian persuratan dan pemuatan barang kiriman di gedung parlemen diperiksa secara ketat. ''Setelah insiden-insiden sebelumnya, prosedur pemindaian surat telah diperketat untuk mengurangi risiko adanya paket-paket berbahaya yang dikirim ke parlemen,'' kata Hawker.

Dia mengatakan, paket-paket yang dikirimkan ke gedung itu menjalani pemeriksaan sampai dua lapis, yang akibatnya penyampaian surat bisa tertunda. Polisi tidak bersedia berkomentar soal sumber kiriman paket itu. Namun, polisi sedang menyelidiki kalau-kalau kiriman-kiriman paket itu dilakukan oleh orang-orang iseng. Beberapa hari sebelumnya lima kedutaan asing di kota itu terpaksa ditutup sementara karena mendapat kiriman paket misterius.(rtr-gn-25)

Gara-gara Tsunami, Sri Lanka Bertikai

KOLOMBO - Pemerintah Sri Lanka terpecah gara-gara pertikaian internal soal bantuan tsunami untuk gerilyawan Macan Tamil. Namun, oposisi utama bertekad Selasa kemarin tidak akan menggulingkan pemerintahan.

Sekutu Presiden Chandrika Kumaratunga, Front Pembebasan Rakyat (FPR) Kamis lalu berniat menarik diri dari pemerintahan koalisi kecuali kalau presiden mengurungkan niatnya memberikan bantuan tsunami bagi gerilyawan Macan Tamil.

Jika sekutu Kumaratunga undur, mayoritas tipis di parlemen akan makin lemah. Meski demikian, pemerintah masih bisa berlangsung dengan terpincang-pincang selama oposisi utama Partai Nasional Bersatu (PNB) tetap mendukung.

''Kami tidak berniat menjatuhkan pemerintah karena isu ini,'' kata juru bicara PNB GL Peiris.

Namun, PNB sendiri belum memperoleh salinan rancangan final kesepakatan soal pembagian bantuan internasional sebesar 3 miliar dolar AS itu ke berbagai wilayah Sri Lanka yang terpecah secara etnis.

Para pejabat pemerintah mengatakan, kendati partai oposisi mengancam, kesepakatan distribusi bantuan itu akan disahkan dalam beberapa hari ini.(rtr-gn-25)

Bom Guncang Tajikistan

DUSHANBE - Sebuah ledakan bom kuat mengguncang gedung Kementerian Urusan Darurat Tajikistan, Senin lalu. Sejumlah orang cedera ringan akibat ledakan tersebut.

''Saya tidak mengesampingkan bahwa ini merupakan aksi teroris,'' kata Menteri Dalam Negeri Khumdin Sharipov kepada wartawan di lokasi kejadian. ''Ini ledakan kedua tepat di lokasi yang sama.''

Pada akhir Januari, ledakan kuat yang diyakini sebagai sebuah bom mobil mengguncang bangunan kementerian yang terletak di pusat kota Dushanbe, ibukota Tajikistan.

Ledakan Senin itu memecahkan kaca-kaca jendela bangunan itu dan merusak sejumlah mobil. Seorang sumber di Kementerian Urusan Darurat Tajikistan mengatakan, sejumlah orang cedera akibat pecahan kaca. Sharipov mengatakan, bom itu dipasang di semacam gerobak dorong yang sering digunakan oleh pedagang pasar.(ant-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA