| Rabu, 15 Juni 2005 | INTERNASIONAL |
Rice Ragukan Kewarasan Kim Jong-ilWASHINGTON - Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice mengatakan, Senin waktu Washington, bahwa dia tidak tahu apakah pemimpin Korea Utara Kim Jong-il sehat ingatan atau tidak. Komentar Rice diperkirakan akan membuat marah Pyongyang. Ketika ditanya dalam acara ''Hardball with Chris Matthews'' televisi MSNBC, apakah dia yakin Kim sehat ingatan atau tidak, Rice menjawab, ''Saya tidak tahu. Saya tak pernah bertemu dengan orang itu.'' Wawancara itu dilakukan Senin dan disiarkan Selasa waktu AS. Amerika pekan lalu mengungkapkan harapan bahwa Korut bakal melanjutkan kembali perundingan enam negara untuk mengakhiri ambisi senjata nuklirnya. Menurut pihak Washington, para pejabat Korut mengatakan akan kembali ke meja perundingan, tetapi mereka tidak menyebutkan waktunya. Pembicaraan di antara Korut, Korsel, AS, China, Rusia, dan Jepang terhenti selama setahun karena Pyongyang memboikot. Korut justru menyatakan telah memiliki senjata nuklir. Pyongyang sangat sensitif terhadap apa yang dikatakan oleh para pejabat Amerika mengenai ambisi nuklirnya. Pada 3 Juni lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut memuji Presiden AS George W Bush lantaran memanggil pemimpin Korut ''Mr Kim Jong-il''. Pujian seperti itu jarang terjadi. Juru bicara Korut itu menyatakan bahwa komentar Bush tersebut dapat memperbaiki suasana yang bisa mengarah dilanjutkannya kembali perundingan enam negara. Optimisme Seorang pejabat Deplu AS mengatakan, walaupun Pyongyang belum menetapkan waktu, ada optimisme mengenai putaran baru pembicaraan nuklir tersebut. Sebab, ''suasana membaik'' ketika para pejabat AS dan Korut bertemu di New York pekan lalu. ''Mereka tidak menuntut apa pun pada kita. Mereka tidak menolak untuk datang ke perundingan tersebut,'' kata pejabat yang tidak mau disebutkan namanya itu. Dia mengatakan, ''Sebelum kita mengetahui hari perundingan itu, kita tak akan berbicara.'' Namun dia bersikeras bahwa pertemuan New York pekan lalu merupakan langkah konstruktif. Pada pertemuan itulah, Korut jelas-jelas mengisyaratkan keinginan untuk kembali ke perundingan enam negara. Menurutnya, Pyongyang tengah mempertimbangkan ''cara untuk kembali''. Soal kemungkinan Korut melakukan uji tembak senjata nuklir, pejabat Deplu AS itu mengatakan Washington telah banyak berdiskusi dengan mitra-mitranya mengenai apa yang harus dilakukan jika percobaan nuklir itu terjadi. Namun dia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Saat ditanya tentang pernyataan Pyongyang 21 Maret lalu bahwa pertemuan enam negara harus memperlakukan Korut setara dengan AS karena sama-sama memiliki senjata nuklir, pejabat itu mengatakan, ''Kita tak punya senjata nuklir di Semenanjung Korea.'' Dia mengatakan pernyataan itu memberikan kesan bahwa Pyongyang mencoba mengalihkan fokus pembicaraan enam negara.(rtr-ben-25) |