| Rabu, 15 Juni 2005 | INTERNASIONAL |
Ledakan Bom di Irak Tewaskan 29 OrangBAGDAD - Sedikitnya 29 orang tewas dan 60 lainnya luka-luka dalam serangan bom di wilayah otonomi Kurdi, Irak utara, Selasa kemarin, menjelang pelantikan pemimpin pertama Kurdi. Ledakan bom itu mencerai-beraikan antrean warga sipil di depan sebuah bank di kota minyak Kirkuk, Irak utara. Menurut keterangan polisi, sedikitnya 19 orang tewas dan 53 lainnya luka-luka. Kepala Kepolisian Kirkuk Mayjen Turban Yusif, pelaku bom jibaku meledakkan diri di tengah antrean pegawai pemerintah di luar bank Al-Rafidain, pusat kota minyak itu. Menurut Kolonel Shirzad Abdullah, kepala kantor polisi Rahimao: ''Korban luka-luka umumnya pegawai negeri sipil yang sedang antre di depan bank itu untuk mengambil gaji.'' Ledakan terjadi tak lama menjelang Massoud Barzani dilantik sebagai presiden di tiga provinsi otonom di Irak utara. Sementara itu, 10 warga Irak tewas dan tujuh lainnya luka-luka akibat ledakan bom mobil di sebelah utara Bagdad. Korban tewas itu mencakup anak-anak. ''Sebanyak 10 orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka,'' kata pejabat Angkatan Darat Irak. Pasukan Irak diserukan memperkuat pengamanan di kantor polisi kota Kanaan yang diserang mortir. Kantor polisi tersebut juga menjadi sasaran aksi bom mobil yang diparkir di depan gedung. Penarikan Pasukan Di Kota Arbil, Irak utara, Barzani (putra pahlawan Kurdi Mullah Mustafa Barzani) akan dilantik setelah dia terpilih secara resmi Minggu lalu sebagai pemimpin Kurdi Irak. Menurut Ketua Parlemen Adnan al-Mufti, keterpilihan Barzani sebagai pempinan wilayah otonom Kurdi itu merupakan hasil perjuangan selama ratusan tahun. Presiden AS George W Bush memberikan ucapan selamat kepada Presiden Irak Jalal Talabani dan para pemimpin Kurdi atas terbentuknya pemerintahan wilayah otonom Kurdi Irak. (ant-ben-25) |