logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Juni 2005 EKONOMI
Line

Suku Bunga RSS Turun Jadi 8,5%

SEMARANG-Suku bunga kredit rumah sederhana sehat (RSS) turun dari 12,5% menjadi 8,5% sejak 1 Mei lalu. Dua subsidi lain yang diterapkan sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 01 tanggal 29 April 2005 adalah perubahan uang muka dan masa kredit.

"Uang muka yang selama ini dipatok 15% bisa dibayarkan 10% dari total harga rumah dengan jangka waktu kredit 20 tahun. Sebelumnya, jangka kreditnya adalah 15 tahun. Tiga ketentuan itu diberlakukan terhadap semua pengembang yang membangun RSS," kata Sudjadi, Ketua Real Estat Indonesia (REI) Jateng, kemarin.

Kendati sudah dikeluarkan sejak bulan lalu, lanjut dia, ketentuan itu belum tersosialisasi kepada masyarakat. Beberapa pengembang sudah mulai menerapkan perubahan tersebut, tetapi perbankan yang menyediakan kredit pemilikan rumah (KPR) belum mengikuti hingga ada petunjuk tertulis khusus dari kanto pusatnya.

Secara resmi, kata dia, penurunan suku bunga kredit menjadi 8,5% tersebut belum dilakukan oleh perbankan. Tetapi ada bank yang telah menerapkan suku bunga cukup rendah. Bank Niaga, misalnya, mematok bunga 8,8% meskipun bukan bunga bersubsidi.

"Bedanya, bunga bersubsidi bertingkat untuk masa lima tahun, sedangkan bunga rendah pada bank dikenakan pada tahun pertama," jelasnya.

Kelik Hascaryo, Kepala Divisi Pemasaran Bukit Semarang Baru mengatakan pihaknya saat ini telah menurunkan uang muka hingga 10% dari total harga rumah yang berkisar Rp 36 juta-Rp 42 juta, sedangkan suku bunga sekitar 8,5%.

Namun meski bersubsidi, pembangunan rumah masih dirasakan cukup membebani pengembang.

"Misalnya biaya perizinan yang berkisar 5%-10% dari biaya pembangunan. Belum lagi pajak-pajak lain. Saat ini biaya izin mendirikan bangunan (IMB) saja masih cukup berat," ujarnya. (H12-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA