| Rabu, 15 Juni 2005 | BUDAYA |
Penulis Skenario Tak Suka Sad EndingJAKARTA - Jujur Prananto, penulis skenario film Ungu Violet mengakui dia memang lebih memilih akhir cerita film itu dengan happy ending. Alasannya sederhana, karena dia tidak suka akhir cerita yang sedih. Namun, demikian kisah filmnya tetap sulit ditebak. ''Kalau membuat film dengan sesuatu yang mudah diduga ceritanya, penonton tidak akan tertarik,'' katanya saat peluncuran film Ungu Violet di Jakarta, pekan lalu. Dia berpesan kepada wartawan yang menyaksikan pemutaran perdana film tersebut agar tidak memberitakan ending-nya. Sebab, hal itu bisa dianggap merampas hak penonton. ''Itu kode etik,'' tegasnya. Sementara itu, sutradara Rako Prijanto menyatakan sejak awal dia yakin Dian Sastro pantas memerankan karakter Kalin. Aktris muda itu bisa memainkan peran sebagai Kalin yang penjual tiket bus maupun Kalin sang fotomodel. Namun, dia mengaku kesulitan menemukan aktor yang punya kualitas bintang, yang mampu memerankan karakter tertutup, kaku dan tidak luwes macam Lando. ''Syukurlah semua ada pada Rizky, yang sebelumnya adalah storyboard saya,'' ungkapnya. Sementara itu, soal adegan ciuman dengan Dian Sastro, Rizky mengaku bahwa semua dilakukannya sebagai tokoh Lando sehingga dia sangat menghayati, ''Sama sekali saya tidak ada niat untuk mengambil kesempatan,'' tandasnya. (aih-43) |