| Rabu, 15 Juni 2005 | BANYUMAS |
Calon Transmigran Pilih Sumatera dan KalimantanBANJARNEGARA- Peserta program transmigrasi dari Banjarnegara lebih suka memilih Sumatera dan Kalimantan. Sebab, lokasi transmigrasi di kedua daerah itu relatif mudah dijangkau sarana angkutan dan perhubungan, terutama angkutan hasil pertanian. ''Sebenarnya daerah transmigrasi di Sumatera sudah menyempit, sehingga jatah pun tak begitu banyak. Kami memberikan alternatif tujuan ke Kalimantan,'' kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kesejahteraan Sosial Wawang AW, kemarin. Dia menyatakan peminat program transmigrasi masih cukup tinggi. Tahun 2004 ada 397 keluarga, sedangkan tahun ini sampai dengan 13 Juni ada 65 pendaftar. Itu cukup besar karena Dinas Tenaga Kerja belum menyosialisasikan ke desa. ''Rencananya Juli kami memberangkatkan 80 keluarga ke Kabupaten Pulangpisau, Kalimantan Tengah,'' katanya. Peserta terbanyak dari Punggelan dan Pagedongan. Alasan utama mereka adalah kesulitan mencari pekerjaan dan tak punya lahan garapan. Daripada menyusahkan saudara, kata dia, mereka memilih transmigrasi. Minat mereka tinggi, kata dia, karena fasilitas cukup memadai. Mereka mendapat jaminan hidup setahun untuk lahan kering dan satu setengah tahun untuk lahan basah. Mereka juga menerima lahan antara 1,5 ha dan 2 ha, tergantung pada daerah tujuan, serta mendapat baju dan alat kerja. Penjajakan Untuk mengetahui calon lokasi, Dinas Tenaga Kerja menjajaki ke setiap provinsi yang menawarkan program transmigrasi, seperti Jambi, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur. Banjarnegara mendapat jatah 15 keluarga di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, untuk tahun ini dan 15 keluarga di Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Penjajakan itu, ujar dia, untuk mengetahui kondisi lahan, jarak lokasi dan ibu kota kecamatan, kabupaten, dan propinsi. Juga sarana transportasi dan komunikasi. ''Sebenarnya Papua sangat potensial dan masih terbuka untuk transmigrasi. Namun belum banyak warga masyarakat tertarik ke sana,'' katanya. Dia menyatakan selama ini jarang peserta transmigrasi gagal dan pulang. Kalaupun ada yang pulang, mereka dari daerah konflik seperti Aceh, Maluku Utara, dan Sampit. Setelah aman mereka kembali ke lokasi transmigrasi. (mos-53) |