| Rabu, 15 Juni 2005 | BANYUMAS |
Golkar Tak Gentar Hadapi ManuverPURBALINGGA- DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Purbalingga menyatakan tak gentar menghadapi manuver politik. Meski, manuver itu makin kencang di tengah-tengah masa kampanye pemilihan kepala daerah kali ini. Partai yang mengusung Munir-Soetarto Rachmat sebagai bupati dam wakil bupati itu tetap percaya diri bahwa faktor penentu kemenangan bukan partai, melainkan rakyat. Karena itu, Munir dan Soetarto menyatakan tak keder, meski hanya didukung satu partai. ''Kami tak gentar ketika beberapa partai politik bergabung dengan calon lain. Karena, yang memilih rakyat, bukan partai. Pilihan partai belum tentu pilihan rakyat. Terbukti, saat pemilihan presiden yang menang malah SBY. Calon yang didukung banyak partai malah kalah,'' kata Ketua Tim Sukses Munir-Soetarto, Supono Ady Warsito, kemarin. Wakil Ketua DPRD itu menyatakan cukup banyak kader partai pendukung Triyono-Heru menyeberang dan mendukung Munir-Soetarto.Namun dia tak pernah membesar-besarkan. Sebab, ''Yang penting saat pencoblosan. Jadi tak usah omong soal siapa menyeberang ke mana.'' Dia menilai langkah kader partainya yang terang-terangan mendukung pasangan lain sebagai tindakan indisipliner. Karena itu, sesuai dengan surat DPP, DPD akan memanggil mereka. Sanksi organisasi yang akan dijatuhkan menunggu hasil klarifikasi itu. Pemecatan ''Jika dari organisasi sayap, kami serahkan ke ketua organisasinya. Jika pengurus Golkar, DPD akan menjatuhkan sanksi. Misalnya, jika ketua pengurus kecamatan (PK) terbukti ya kena sanksi tergantung pada bobot kesalahannya. Kalau kesalahannya berat bisa saja dipecat,'' katanya. Dia juga mengakui atribut Munir-Soetarto jauh lebih sedikit ketimbang Triyono-Heru. Sebab, Munir menganggap tak perlu banyak atribut dan lebih suka datang ke desa-desa untuk sosialisasi. Namun kini Munir kewalahan karena banyak desa meminta disambangi pada saat bersamaan. ''Jadi untuk sementara juru kampanye hanya membantu dan mendampingi mereka. Kami tidak omong. Masyarakat minta yang omong calon karena besok merekalah yang dicoblos, bukan juru kampanye. Mereka ingin mendengar pemapar Munir dan Soetarto,'' katanya. Sementara itu, dalam kampanye dialogis di Desa Karanglewas, Kecamatan Kutasari, Munir juga mengakui tak gentar hanya didukung Partai Golkar. Dia menyatakan tetap optimistis mampu meraih kemenangan. Kemenangan teraih bukan karena banyak stiker dan atribut, melainkan karena Allah. ''Jangan gentar dan takut pada golongan besar. Banyak pengalaman membuktikan golongan kecil bisa mengalahkan golongan besar. Apalagi banyak kader dan tokoh partai besar kini bergabung dengan kami. Karena itu saya optimistis meraih 65% suara,'' katanya. (F10-53) |