SUARA MERDEKA
 
INDEKS BANYUMAS Senin, 13 Juni 2005

PURBALINGGA- Sejumlah kader Partai Golkar menyeberang dan mendukung Triyono Budi Sasongko. Padahal, partai itu mengusung Munir dan Soetarto Rachmat sebagai calon bupati dan wakil bupati.

PURBALINGGA- Kebumen dan Pekalongan sudah lebih dahulu memilih kepala daerah, Minggu (5/6). Ternyata di kedua daerah itu, warga masyarakat yang tak memilih atau golongan putih (golput) cukup banyak.

BANJARNEGARA- Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berencana hari ini menyeleksi investor baru yang akan melanjutkan pembangunan pasar sayur. Sedikitnya ada 14 investor dari Banjarnegara dan luar kota telah mendaftarkan diri.

 

PURBALINGGA- Kampanye hari pertama, kemarin, Triyono Budi Sasongko dan Heru Sudjatmoko tampil di atas panggung di lapangan Desa Makam, Kecamatan Rembang, dan lapangan Desa Gembrungan, Kecamatan Kaligondang.

PURWOKERTO-Program Pendidikan Dokter (PPD) Unsoed Purwokerto bukan cuma untuk anak konglomerat, anak dokter, dan kalangan berduit lain. Banyak juga anak petani, guru, dan pegawai negeri sipil (PNS) diterima. Bahkan tahun ini Unsoed menerima 13 mahasiswa berprestasi tanpa tes dalam program itu.

 

PURWOKERTO-Dua anggota DPRD Banyumas, Hendro Kuncoro dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Sutarso dari Partai Amanat Nasional, menolak mengikuti latihan emotional spiritual quotien (ESQ). Latihan itu diselenggarakan DPRD bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Emosional dan Spiritual Cabang Purwokerto.

ORANG mengenal Banjarnegara mungkin karena buah salak pondoh atau minuman khas dawet ayu. Tak banyak orang tahu bahwa daerah ini mempunyai kekayaan batik tulis yang unik dan khas.

PURWOKERTO- Penjarahan pinus di hutan Kecamatan Punggelan, Banjarnegara, membuat potensi getah pun hilang. Sejak terjadi penjarahan di petak 60C Desa Mlaya, 60F Desa Tlaga, dan 62G Desa Petuguran, selama dua bulan tak ada produksi getah pinus.

PURWOKERTO- Di masyarakat kini beredar film pendek berisi adegan seks bebas yang diduga diperankan mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Purwokerto. Tak ayal, sepekan ini persoalan itu ramai diperbincangkan berbagai kalangan.

BANYUMAS- Sebagian petani di Banyumas sejak awal Juni kesulitan mengairi sawah. Petani yang kesulitan memperoleh air pada awal musim kemarau itu terutama berada di desa yang tak terjangkau jaringan irigasi, seperti Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, dan sekitarnya.

 

PURWOKERTO- Hutan kota di Purwokerto masih sangat minim, jauh dari ideal. Hanya ada 41 ha hutan kota. Padahal, idealnya 414,3 ha atau 10% dari luas kota Purwokerto. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Wisnu Hermawanto, kemarin, menyatakan kini makin banyak kendaraan sehingga kian banyak polusi udara.

PURWOKERTO- Saat ini banyak perusahaan ingin memperoleh pekerja berkualitas. ''Ada kecenderungan perusahaan meminta pekerja dalam paket seleksi. Mereka ingin menerima pekerja setengah jadi,'' unjar Direktur International College, Paryani Kuntari.

BANYUMAS- Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak. "Kami juga terus memberikan penyuluhan ke sekolah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan serta melacak penderita melalui posyandu,''

BANJARNEGARA-Wakil Bupati Hadi Supeno menyarankan seniman tradisional membentuk wadah berhimpun. Jadi mereka mempunyai kekuatan lebih untuk memberdayakan diri. Dia mengemukakan hal itu dalam acara "Temu Kangen Seniman-Seniwati Tradisional" di Desa Kecitran.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA