logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 13 Juni 2005 SALA
Line

Begug ''Diserang'' Selebaran Gelap

WONOGIRI - Gabungan Partai di Kabupaten Wonogiri, terdiri atas Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat (PD), sampai kini belum membuka pendaftaran bagi para bakal calon (balon) Bupati Wonogiri untuk Pilkada 2005. Yang telah membuka pendaftaran baru PDI-P.

Meski demikian, belakangan ini Wonogiri digoyang beredarnya selebaran gelap, yang diduga itu sebagai bentuk ''kampanye hitam''. Selebaran gelap ini dicetak dalam lembar kertas ukuran folio.

Dalam selebaran gelap itu, kalimatnya diawali dan ditutup dengan tulisan "Merdeka" tiga kali. Tanpa mencantumkan siapa yang bertanggung jawab atas selebaran gelap ini.

Selebihnya berisi sederet tudingan negatif secara sepihak kepada Bupati H Begug Poernomosidi SH yang mencalonkan lagi. Diduga selebaran gelap ini sengaja diedarkan secara luas ke masyarakat. Tujuannya sebagai upaya untuk mengganjal pencalonan Begug Poernomosidi dengan cara-cara negatif lewat penyebaran fitnah dan hasutan.

Karena bersifat sebagai selebaran gelap, Begug yang dalam selebaran gelap itu berposisi sebagai pihak yang dipojokkan, tak berminat untuk menanggapinya. Walau dirasakan olehnya, isi selebaran gelap itu tidak faktual dan cenderung sebagai hasutan yang tak bertanggung jawab. ''Karena itu, Pak Bupati merasa tidak perlu untuk menanggapinya. Mengapa harus ditanggapi, karena itu hanya sebagai selebaran gelap ? Hanya saja diserukan kepada masyarakat untuk tidak mudah terhasut oleh isi selebaran gelap itu,'' tegas Kabag Humas Eko Muslich Martono SE MM.

Bupati mengajak kepada tokoh yang berminat mencalonkan Bupati Wonogiri dalam Pilkada 2005 nanti, senantiasa dapat bertindak kesatria dalam koridor tatanan demokrasi yang transparan, bebas, jujur dan adil. ''Tidak perlu kemudian berbuat untuk saling menjatuhkan pesaingnya dengan cara-cara licik, seperti memfitnah dan saling menjelek-jelekkan calon lain. Marilah sama-sama bersaing secara sehat, biar rakyat sebagai pemilih dapat menentukan pilihan berdasarkan nuraninya,'' tandasnya.

Memberikan Izin

Dia menegaskan, dirinya tidak akan mengganjal kemunculan Sekda Drs Mulyadi MM yang sama-sama mencalonkan sebagai calon bupati. Ibarat "sak glugut pinara sasra" (tidak sedikit pun-Red) saya tidak punya niat untuk mengganjalnya. Mari sama-sama mencalonkan, sebab ini zamannya demokrasi yang menempatkan kesetaraan hak pada siapa saja. Tapi ya jangan kemudian membuat fitnah untuk menjelek-jelekkan sesama calon,'' tandasnya.

Dia menambahkan permohonan izin Sekda yang akan mencalonkan bupati, kapan pun itu diminta akan diberikan. ''Saya sediakan waktu 24 jam seharinya, untuk memberikan izin bila sewaktu-waktu itu memang diminta. Jangankan pada diri sekda, kepada camat dan lurah atau kepala desa pun, yang minta izin akan ikut mencalonkan bupati, akan saya permudah pemberian izinnya.''lanjutnya (P27-55v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA