logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 13 Juni 2005 SALA
Line

Kantor DPC PDI-P Masih Diblokade

BOYOLALI - Kantor DPC PDI-P Boyolali yang terletak di Jalan Duren masih tetap diblokade. Potongan kayu dan bambu hingga Minggu kemarin masih memenuhi pintu gerbang. Selain itu, coret-coret di dinding kantor yang bernada menghujat Ketua DPC, Probo Suhartono, masih belum dihapus.

''Pemblokadean Kantor DPC memang balum dicabut. Sebab, Handono PN Putro belum dikembalikan sebagai sekretaris DPC. Pokoknya, selama belum ada sekretaris yang definitif kami tetap memblokade kantor DPC,'' kata Komandan Satgas PDI-P, Glondong Ruyanto, kemarin.

Sebagaimana diberitakan, sejak 17 April 2005 kantor DPC diblokade lantaran 18 PAC menolak Alhisyam-Sururi sebagai pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) dari PDI-P. Pasangan itu dinilai melanggar SK DPP 429. Saat Ketua DPD Jateng, Murdoko, akan membuka segel pada 4 Juni, Glondong menolak sebelum Handono dikembalikan sebagai sekretaris definitif.

Menurut Glondong, kantor itu semestinya sudah dibuka pada 11 Juni. Janji membuka kantor dikemukakan kepada Ketua DPD, dengan syarat Handono dikembalikan sebagai sekretaris. Tetapi hingga kini belum ada surat yang menyebutkan Handono dikembalikan sebagai sekretaris DPC.

''Saya sudah dua kali menemui Murdoko di rumahnya, di Semarang, tetapi tidak pernah ketemu. Karena syarat belum dipenuhi, maka kami tetap menutup kantor sampai batas waktu yang tidak ditentukan,'' katanya.

Di Tempat Lain

Glondong mengatakan, jabatan sekretaris DPC yang terpaksa diganti sementara sebenarnya hanya untuk kepentingan pencalonan bupati.

Handono memang tidak bersedia menandatangani, sehingga persyaratan berkas pencalonan ditandatangani oleh Pelaksana harian (Plh) Sekretaris DPC, Domo Prasojo. Setelah persyaratan pencalonan bupati ke Komisi Pemilihan Umum daerah (KPUD) selesai, semestinya jabatan itu dikembalikan lagi.

Ketua DPC, Probo Suhartono, saat dimintai konfirmasi mengatakan, kantor bukan satu-satunya untuk melaksanakan kegiatan partai. Aktivitas partai bisa dilakukan di tempat lain. Jadi kalau tetap ditutup, biar saja. Masih ada tempat lain yang digunakan untuk kegiatan partai. (shj-16a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA