| Senin, 13 Juni 2005 | SALA |
Kurikulum Syariah DiluncurkanKENTINGAN - Kurikulum syariah diluncurkan, Sabtu (11/6). Kurikulum yang diterapkan kali pertama di SD Muhammadiyah Program Khusus Surakarta itu, merupakan kurikulum baru berbasis ajaran Islam. Peluncuran diselenggarakan oleh UNS Solo bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah, serta didukung International Development Partners (IDP) di Auditorium Kampus UNS. "Kurikulum syariah itu tetap berpijak pada kurikulum nasional yang dimodifikasi sesuai dengan ajaran menjadi seorang muslim," kata Prof Drs Moch Sholeh YA Ichrom MA PhD, penggagas kurikulum itu. Guru besar FKIP UNS tersebut mengemukakan, kurikulum yang dikembangkan Majelis Dikdasmen Muhammadiyah itu merupakan kurikulum yang mengintegrasikan ajaran-ajaran pendidikan dalam Alquran dan Hadis Nabi Muhammad, dengan mata pelajaran pada kurikulum umum. Setiap pelajaran, apakah itu IPA, matematika, atau lainnya, didasarkan kepada ajaran dalam Kitab Suci. Ketua PW Muhammadiyah Jateng, Dahlan Rais, berencana mengembangkan kurikulum sekolah syariah tersebut di lingkungan Muhammadiyah. Namun karena program itu baru kali pertama di Indonesia, maka pihaknya akan menerapkan kurikulum itu sebagai pilot project dulu. SD Muhammadiyah Program Khusus Surakarta menjalankan uji coba kurikulum tersebut sejak 2003. Sekolah yang berdiri 2000 itu, melakukan berbagai penyempurnaan dan penyesuaian atas penerapan hal baru tersebut. "Tapi baru pada 2005 ini kami berani menetapkan penggunaan kurikulum sekolah syariah tersebut," ungkap Kepala Sekolah, Drs Muhammad Ali MPd. Project Manager Braillo Norway/IDP, Terje Magnussonn Watterdal, turut memberikan apresiasi pada forum tersebut. Menurut dia, kurikulum tersebut lebih kompleks daripada sekolah formal. Sebab, di dalamnya antara lain mencakup komunitas, nonformal dan sistem-sistemnya informal.(D11-18a) |