| Senin, 13 Juni 2005 | SALA |
"Berhubungan" Satu Jam, Bisakah Osteoporosis?"SAYA sudah berusia 60 tahun. Mungkin ini kesalahan, karena istri saya baru 30 tahun. Anak saya berusia dua tahun lima bulan, dan Agustus nanti akan punya adik. Saya dituntut tanggung jawab nafkah batin oleh istri. Maaf dalam berhubungan (badan) yang berlangsung hampir satu jam, kadang saya merasakan kemeng (nyeri). Apakah bekerja (berhubungan badan) satu jam itu bisa menyebabkan osteoporosis (pengeroposan tulang-Red)?" tanya seseorang. Pertanyaan itu membuat ibu-ibu yang hadir dalam seminar osteoporosis pada peresmian Balai Pengobatan Klinik Rehabilitasi Medik Faris Medica di Jl Blewah Raya I/22 Solo, kemarin, terpingkal-pingkal. Peserta seminar yang umumnya lansia itu, lalu saling cubit sambil tertawa. Mengetahui "kegaduhan" terjadi, lelaki dengan rambut dikucir itu berusaha membuat suasana tenang lagi. Dia melanjutkan petanyaannya: "Nyeri, otot terasa kaku di bagian tertentu itu, apakah ada cara mengatasinya. Misalnya, ada gerakan senam untuk menghilangkan rasa kemengtersebut?" Mendengar pertanyaan itu, lagi-lagi suasana menjadi berisik. Ketika suasana tenang lagi, lelaki itu nyeletuk kembali: "Itu pertanyaan ilmiah, lho," katanya dengan tenang. Dokter Komang Kusumawati sebagai narasumber sekaligus pemilik balai pengobatan itu memberikan pujian. "Bapak itu termasuk thokcer, dan itu harus disyukuri. Pada usia 60 tahun, bapak masih bisa satu jam. Tapi ya, jangan lama-lama. Nanti kalau kakunya lama, timbul kelelahan, nyeri pada otot," ujar staf Rumah Sakit Orthopedi Prof Dr R Soeharso, Surakarta itu. Bukan Osteoporosis Selanjutnya dia mengatakan, nyeri pada alat vital itu bukan gejala osteoporosis. Biasanya, gejala osteoporosis itu terasa nyeri pada tulang belakang, persendian tangan, persendian kaki, dan sendi lainnya. "Kalau kaku dan nyeri di bagian tertentu (alat vital-Red) itu, kan bukan persendian tulang. Itu kan otot," katanya. Tentang apakah ada senam khusus untuk mengatasi rasa nyeri pada alat vital, sembari tersipu dokter yang rambutnya dicat kecoklatan tersebut menjawab: "Senamnya, ya gerakannya seperti itulah," kata dia sambil menggerakkan kedua tangannya ke atas dan ke bawah berkali-kali. Peserta seminar pun lagi-lagi tak bisa menahan tawanya. Dr Komang mengungkapkan, osteoporosis biasanya diawali dengan gejala rasa nyeri. Namun juga bisa tanpa nyeri. Terjadi benturan yang tak berarti saja, tulang seseorang bisa patah, karena pengeroposan. Pencegahannya dilakukan dengan pemberian nutrisi yang baik, juga latihan fisik rutin dan pola hidup sehat. Bagi yang telah terkena, harus diberi obat dan hormon, serta latihan fisik berupa senam khusus osteoporosis.(Subakti A Sidik-18a) |