logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 13 Juni 2005 RAGAM
Line

Waspadai Chikungunya dan Campak Jerman

SEDIKITNYA 21 warga Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo, terserang penyakit chikungunya dan campak Jerman (Suara Merdeka, 8 Juni 2005). Beberapa hari sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Bogor telah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk campak Jerman, karena 108 balita di Bogor Selatan telah menderita penyakit tersebut.

Ada kemungkinan, ini merupakan fenomena gunung es. Mengingat kedua penyakit virus tersebut gejalanya mirip flu, dianggap biasa-biasa saja. Meskipun demikian dari aspek kesehatan masyarakat mempunyai arti yang sangat penting.

Ditularkan Nyamuk

Chikungunya disebabkan oleh sejenis virus, yaitu Alphavirus. Ditularkan lewat nyamuk Aedes aegypti, yakni nyamuk yang juga menularkan penyakit demam berdarah dengue. Penyakit yang berasal dari daratan Afrika ini pernah menghebohkan warga di Riau, Lampung, Pontianak dan Samarinda, bahkan belum lama ini Yogyakarta.

Virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini akan berkembang biak di dalam tubuh manusia. Menyerang semua usia, baik anak-anak maupun dewasa di daerah endemis. Secara mendadak penderita akan mengalami demam tinggi selama lima hari, sehingga dikenal pula istilah ''demam lima hari''. Meningkatnya suhu tubuh terjadi beberapa hari setelah virus terdapat banyak di dalam darah (viraemia).

Pada saat ini penderita merupakan sumber penularan yang sangat potensial. Penderita juga merasa ngilu dan nyeri pada tulang, terutama tulang-tulang persendian. Kadang-kadang timbul rasa ngilu pada otot, mual sampai muntah. Semula memang mirip gejala flu. Di samping itu sering pula disertai tanda berupa bercak-bercak merah di kulit, bahkan dapat sampai berupa perdarahan.

Tempat bertelur yang disukai adalah dinding vertikal bagian dalam dari tempat-tempat yang berisi air serta pada permukaan air jernih dan terlindung dari sinar matahari. Tempat penampungan air yang dipilih biasanya yang berada di dalam rumah. Pada suhu tertentu, telur nyamuk ini dapat bertahan sampai berbulan-bulan. Dalam kondisi normal, perkembangan dari telur sampai menjadi nyamuk dewasa, berlangsung kira-kira sembilan hari. Nyamuk dewasa betina siap untuk menghisap darah manusia dan beberapa hari setelah itu sanggup bertelur sampai 100 butir. Duapuluh empat jam kemudian, nyamuk ini kembali menghisap darah, untuk selanjutnya kembali bertelur.

Walaupun umur nyamuk betina hanya sekitar 10 hari, tetapi waktu tersebut telah cukup baginya untuk menghisap darah. Nyamuk betina ini biasanya menggigit pada siang hari, di dalam rumah dan menyukai tempat-tempat yang agak gelap. Pada malam hari mereka beristirahat pada benda-benda yang menggantung, misalnya pakaian dan kelambu. Kematian karena chikungunya sebenarnya tidak perlu terjadi, jika daya tahan tubuh baik.

Campak Jerman

Lalu, bagaimana dengan penyakit campak jerman (German Measles) ? Sebenarnya penyakit yang dikenal dengan nama rubella ini tidak seberat campak yang banyak kita kenal menyerang anak-anak. Sebab rubella paling-paling hanya menimbulkan demam ringan.

Bintik-bintik merah di kulit yang pada campak mudah dikenal baik oleh masyarakat awam, pada rubella jarang ditemukan. Hanya 15-50 persen penderita rubella yang menunjukkan tanda bintik-bintik merah pada kulit. Sebenarnya rubella tidak menimbulkan akibat serius, sehingga sulit terlacak.

Akibat serius dapat terjadi jika virus rubella menulari perempuan yang sedang hamil di bawah 5 bulan. Sebab pada umur kehamilan muda ini buah kehamilan (embrio) masih dalam pertumbuhan dan pembentukan alat-alat tubuh. Serangan rubella pada kehamilan muda, berpotensi mengakibatkan bayi yang dilahirkan menderita cacat kongenital.

Cacat kongenital tersebut populer dengan gejala-gejala kongenital rubella, yaitu jantung bocor, tuli karena kerusakan organ dalam telinga, serta kebutaan karena kerusakan pada selaput jala mata.

Pencegahan

Dari aspek kesehatan masyarakat, yang penting bagi kedua penyakit tersebut adalah upaya pencegahan. Mengingat penyebar penyakit ini adalah nyamuk Aedes aegypti, maka cara terbaik untuk memutus rantai penularan adalah dengan memberantas nyamuk tersebut, sebagaimana sering disarankan dalam pemberantasan penyakit demam berdarah dengue. Insektisida yang digunakan untuk membasmi nyamuk ini adalah dari golongan malation, sedangkan themopos untuk mematikan jentik-jentiknya.

Malation dipakai dengan cara pengasapan, bukan dengan menyemprotkan ke dinding. Hal ini karena Aedes aegypti tidak suka hinggap di dinding, melainkan pada benda-benda yang menggantung. Namun, pencegahan yang murah dan efektif untuk memberantas nyamuk ini, dengan cara menguras tempat penampungan air bersih, bak mandi, vas bunga dan sebagainya paling tidak seminggu sekali, mengingat nyamuk tersebut berkembang biak dari telur sampai menjadi dewasa dalam kurun waktu 7-10 hari.

Halaman atau kebun di sekitar rumah harus bersih dari benda-benda yang memungkinkan menampung air bersih, terutama pada musim hujan. Pintu dan jendela rumah sebaiknya dibuka setiap hari, mulai pagi hari sampai sore, agar udara segar dan sinar matahari dapat masuk, sehingga terjadi pertukartan udara dan pencahayaan yang sehat. Dengan demikian, tercipta lingkungan yang tidak ideal bagi nyamuk tersebut.

Masih banyak anggapan di kalangan masyarakat, demam Chikungunya atau ''flu tulang'' atau ''demam tulang'', sebagai penyakit yang berbahaya, sehingga membuat panik. Tidak jarang yang meyakini bahwa penyakit ini dapat mengakibatkan kelumpuhan. Memang, sewaktu virus berkembang biak di dalam darah, penderita merasa nyeri pada tulang-tulangnya, terutama di seputar persendian, sehingga tidak berani menggerakkan anggota tubuh. Bukan berarti terjadi kelumpuhan.

Sedangkan rubella dapat dicegah dengan vaksinasi yang diindikasikan untuk pencegahan pada usia 1 tahun atau lebih terhadap penyakit campak, gondong dan rubella. Vaksin untuk penyakit ini telah tersedia di pasaran, dikenal dengan MMR (Measles-Mumps-Rubella Vaccine). Pemberian vaksinasi bertujuan untuk melindungi terhadap penyakit-penyakit tersebut hanya dengan satu suntikan. Vaksin ini mengandung ketiga jenis virus campak, gondong dan rubella yang masih hidup tetapi telah dilemahkan. Vaksin ini dikemas dalam bentuk kemasan tunggal sebagai vaksin campak, gondong dan rubella. Dengan pemberian vaksin rubella pada wanita usia subur sebelum memasuki pernikahan, telah cukup untuk mencegah kehadiran generasi mendatang yang menderita cacat kongenital.

Sangat dianjurkan, makan makanan yang bergizi, cukup karbohidrat dan terutama protein serta minum sebanyak mungkin. Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan segar, atau minum jus buah segar.(Dr dokter Anies MKK PKK-12).


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA