logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 13 Juni 2005 NASIONAL
Line

Ban Pecah, Taft Hantam Tiga Motor

  • Tiga Orang Tewas Seketika

SUKOHARJO- Kecelakaan maut terjadi di jalan raya Telukan - Sukoharjo, tepatnya di Dukuh Ngirirejo, Bulakrejo, Bendosari, pukul 16.00 kemarin. Akibatnya, tiga orang tewas seketika dan dua lainnya luka berat.

Korban tewas dan luka berat adalah pengendara tiga sepeda motor yang tertabrak Daihatsu Taft AD-8330-EA. Keterangan di lokasi kejadian menyebutkan, Daihatsu yang dikemudikan Darmoyo (40), warga Serengan RT 1 RW 8, Solo, melaju kencang dari utara. Sampai di lokasi kejadian, ban depan bagian kanan pecah sehingga mobil oleng.

Dalam waktu bersamaan, dari arah selatan berjalan beriringan tiga sepeda motor. Yaitu Shogun AD-3983-DC yang dikendarai Supodo (18), warga Banmati RT 1 RW 2, Sukoharjo, Supra AD-4611-ES yang dikendarai Zaenal Arifin (33), warga Bibisbaru, Nusukan, Solo, serta Suzuki Smash AD-2653-DB yang dikendarai Harno (46), warga Darurejo, Bulakrejo, yang memboncengkan anaknya, Aditya (12).

Tabrakan pun tak bisa dihindari. Taft langsung menghantam Shogun hingga berbalik arah. Akibatnya, Supodo terpental dan tewas di lokasi kejadian. Nasib nahas juga menimpa Zaenal Arifin dan Harno, karena kedua sepeda motor yang mereka kendarai berjalan beriringan dalam jarak dekat. Zaenal dan pemboncengnya yang belum diketahui identitasnya tewas seketika.

Saat mobil berbalik 180 derajat menghadap ke utara, masih menyenggol sepeda motor yang dikendarai Harno, sehingga terlempar ke sungai di sisi jalan. Mengetahui kejadian tersebut, warga langsung berdatangan ke lokasi kejadian untuk menolong korban. Harno dan Aditya yang luka berat segera dilarikan ke RS Nirmala Suri. Sebagian warga juga melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Satlantas Sukoharjo.

''Mengerikan sekali. Korban yang tewas itu sekujur tubuhnya penuh luka,'' ujar Anto (35), salah seorang warga setempat.

Macet

Kejadian itu memacetkan arus lalu lintas. Untunglah, petugas yang mendapat laporan warga, langsung meluncur ke lokasi kejadian. Petugas dibantu masyarakat segera mengatur arus lalu lintas agar tidak terhenti. Semua korban yang tewas dibawa ke RSUD Sukoharjo. Oleh petugas, arus lalu lintas diatur secara bergiliran untuk mengurangi kemacetan.

Kasatlantas Polres Sukoharjo AKP Hindarsono menyayangkan kejadian tersebut. Dia menjelaskan, kecelakaan itu karena ban depan Daihatsu Taft pecah, sehingga laju mobil tidak terkendali. Berdasarkan penyelidikan, ban mobil sudah gundul. ''Ban pecah karena memang sudah gundul dan belum diganti. Kondisi itu jelas sangat membahayakan,'' katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya kini sedang menyelidiki dan meminta keterangan para saksi.

''Sopir Daihatsu, Darmoyo, sudah kami amankan di Kantor Satlantas untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Keterangan tersangka akan kami cocokkan dengan keterangan para saksi di lokasi kejadian, termasuk keterangan saksi korban yang dirawat di rumah sakit,'' tegasnya.

Ban Slip, Bus Terbalik

Di Kudus, sebuah bus malam jurusan Jepara - Jakarta, Senja Furindo, K-2989-AC, Minggu (12/6) pukul 16.30 terbalik di jalan raya Kudus - Jepara Km 8, tepatnya di atas jembatan yang melintang di Dukuh Jrakah, Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Bus yang dikemudikan Solikin, warga Keling, Jepara, dan berpenumpang 25 orang tersebut, oleng beberapa kali sebelum akhirnya terbalik dan menyerempet beberapa pengguna jalan di depannya.

Satu orang meninggal dalam kecelakaan tersebut, yakni Suyitno (9), warga Desa Gamong Kidul, Kecamatan Kaliwungu, akibat sepedanya terserempet badan bus. Tujuh lainnya luka-luka ringan dan mendapat perawatan di RSI Sunan Kudus.

Berdasarkan keterangan di tempat kejadian, bus dari arah Kudus menuju Jepara tersebut melaju dengan kecepatan sedang, di tengah hujan yang mengguyur kawasan tersebut. Jalanan yang licin, membuat bus berjalan oleng, dan akhirnya terbalik dan menyerempet pengguna jalan di depannya.

Seorang warga sekitar, Supaah (46), mengatakan, bunyi benturan bus yang terbalik tersebut terdengar sampai 50 meter dari lokasi kejadian. Dia yang mendengar suara tersebut langsung menuju sumber suara tadi, dan mendapati bus itu telah terbalik. Yanti (16), yang rumahnya persis di depan lokasi tersebut, mengaku sempat menyelamatkan pengendara sepeda kayuh. ''Beberapa korban langsung dibawa ke rumah sakit,'' ungkapnya.

Sementara itu, sepasang suami-istri yang merupakan penumpang bus nahas itu, Sutiman - Ani Purwati, asal Desa Karanggeneng, Kecamatan Mlonggo, Jepara, mengaku bus yang ditumpanginya tersebut berangkat dari Jakarta pukul 06.30 dan berjalan dengan kecepatan sedang. Mendekati lokasi kejadian, dia yang duduk di bangku belakang merasakan ban tersebut slip, karena jalanan licin sehabis hujan. ''Tahu-tahu kami sudah di tempat ini, '' kata Sutiman yang kini bersama istrinya dirawat di RSI Sunan Kudus.

Pengemudinya sampai saat ini masih dimintai keterangan di Polsek Kaliwungu, Kudus. Adapun bus yang nahas itu sampai berita ini diturunkan masih diupayakan untuk diderek ke tepi jalan, guna menghindari kemacetan yang berkepanjangan.

Di Alas Roban

Jalur pantai utara (pantura) Alas Roban, wilayah hukum Polres Batang, Minggu malam meminta korban jiwa. Sopir dan kernet tewas seketika, setelah truk gandeng W-7462-K mereka yang mengangkut kayu remnya blong dan menabrak gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Assasiyatul, Desa Kutosari, Kecamatan Gringsing.

Ironisnya, kecelakaan itu terjadi di tempat yang sama. Dulu Senin (26/4) bus Setia Bhakti B-4346-WV yang dikemudikan Surip (38) di Desa Gamel RT 2 RT 3, Kecamatan Meru, Kabupaten Cirebon, kecelakaan di tempat yang sama. Kecelakaan itu juga mengakibatkan dua penumpangnya tewas.

Berdasarkan keterangan di lokasi kejadian, pukul 20.30 truk yang dikemudikan Joko Hartono (32), Warga RT 1 RW 4, Desa Curahjeru, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, dengan kernet Slamet Riyadi (25), warga RT 1 RW 14, Kebonsari, Desa Balungsari, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, bermuatan papan kayu kalimantan meluncur dari barat.

Truk itu lewat jalan baru lingkar selatan Plelen. Saat akan memasuki simpang tiga, truk yang datang dari arah selatan itu akan belok ke kiri menuju timur (Semarang).

Namun ternyata laju kendaraan berat itu tak terkendali. Bahkan, truk langsung berjalan lurus menabrak goodrill lempengan baja, kemudian menabrak ruang kelas MI itu.

Padahal, gedung madrasah itu baru saja diperbaiki, setelah diseruduk bus Setia Bhakti. Bahkan, dalam waktu dekat akan diresmikan. Benturan saat truk menyeruduk itu menimbulkan suara cukup keras. Karena kerasnya laju kendaraan itu, sampai masuk di ruang kelas. Akibatnya, bangunan itu luluh-lantak.

Warga sekitar segera berdatangan untuk memberikan pertolongan. Kapolsek Gringsing Iptu Sartono bersama anggota yang mendengar adanya kecelakaan itu segera meluncur ke tempat kejadian. Sementara anggota yang lain langsung mengirimkan berita ke Polres.

Selang beberapa saat datang Kasatlantas Iptu Rino Wahyudi didampingi Kaurbinops Ipda Raharja WS dan Kanitlaka Ipda Haryo Deko Dewo bersama anggota. Polisi kesulitan untuk mengevakuasi sopir dan kernet.

''Keduanya terjepit di kabin, sehingga sangat sulit dikeluarkan,'' ujar Kanitlaka Ipda Haryo Deko Dewo melalui ponsel, semalam. Sampai berita ini diturunkan, polisi masih berusaha mengeluarkan truk itu dengan cara mendereknya keluar dari bangunan. (G10,H8,ar-41t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA