logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 13 Juni 2005 NASIONAL
Line

Ricuh Penonton Warnai Sukses Persijap


HINDARI LEMPARAN:Sejumlah pendukung PSIS menghindari lemparan batu, saat pertandingan Copa Dji Sam Soe Indonesia antara PSIS dan tuan rumah Persijap di Stadion Kamal Djunaidi, Jepara, Minggu (12/6). Pertandingan yang dimenangi tuan rumah dengan skor 2-1 ini diwarnai saling lempar batu pendukung kedua kesebelasan.(30t)

JEPARA- Diwarnai kericuhan penonton, Persijap Jepara menunjukkan kekuatannya pada leg pertama Piala Indonesia, setelah unggul 2-1 atas tamunya PSIS Semarang di Stadion Kamal Djunaidi sore kemarin. Dua gol tim tuan rumah dicetak Niane Mamadou menit ke-47 dan Miro Baldo Bento menit 76. Sementara gol tim tamu dicetak Diallo Abdoulaye Djibril melalui titik penalti menit 85.

Hasil tersebut sekaligus membuka peluang Laskar Kalinyamat untuk lolos ke babak berikutnya, jika bisa menjaga keunggulan di leg kedua di kandang PSIS. Anak-anak asuhan Rudy Wiliam Keeltjes membuktikan janjinya tampil atraktif di depan publik sendiri, di bawah gerimis.

Pada babak pertama, sebenarnya tim tuan rumah maupun tim tamu terlibat dalam permainan sengit dan saling serang. PSIS yang tanpa striker andalannya Emmanuel de Porras tampil menekan sepanjang 15 menit babak pertama. Akselerasi M Ridwan di sayap kanan sedikit merepotkan para pemain belakang Persijap.

Demikian halnya dengan kengototan yang diperagakan bomber Mahesa Jenar, Indriyanto Nugroho. Meski dijaga ketat stoper Persijap Kasiyadi, kapten tim itu masih mampu melepaskan diri dan sesekali melepaskan tembakan ke arah gawang Dwi Adi Nugrahanta. Sayang, tembakannya acapkali melambung tinggi.

Tim tuan rumah sendiri tampil tenang meladeni tamunya pada menit-menit awal. Gelandang bertahan Kuncoro yang tampil gemilang, dilapis Evaldo, Edward Isir dan Kasiyadi, cermat mengantisipasi pergerakan para penyerang PSIS. Sementara Dwi Adi Nugrahanta bersinar di bawah mistar. Kiper nomor satu Persijap ini berulangkali memotong bola-bola dari tendangan sudut maupun umpan-umpan crossing lawan.

Ebanda Ebanda Timothee cs bangkit di paro babak pertama. Serangan dari sayap yang diusung Widianto Ahmad (kanan) dan Maxi AP (kiri) membuat Harri Salisburi dan M Ridwan harus ektrakeras menjaganya. Sementara striker Niane Mamadou nyaris mebuka kemenangan menit 18. Sayang, tembakan kerasnya masih mengenai tiang gawang sebelah kiri yang dijaga I Komang Putra.

Anak-anak Semarang juga memperoleh beberapa peluang, namun hingga babak pertama usai, belum ada gol yang tercipta.

Pecah Kebuntuan

Mamadou memecah kebuntuan pada dua menit setelah kick off babak kedua, setelah heading kerasnya merobek jala I Komang Putra. Ia meluncur lebih cepat dari May Rahman saat menyambut tendangan bebas yang dieksekusi Haryanto ''Tommy'' Prasetyo dari sisi kiri daerah pertahanan PSIS. Bagi Mamadou, gol tersebut merupakan gol kedua di ajang Piala Indonesia. Gol sebelumnya dicetak saat melawan Persipur saat unggul 4-0.

Pada menit ke-76 striker Miro Baldo Bento memperbesar keunggulan. Dengan cerdik ia menerima umpan dari Mamadou dan mengecoh Komang dengan sentuhan dari sudut sempit karena posisinya diapit Fofee Kamarra dan pemain muda, Dedean Surdani yang masuk menggantikan Eko Pujianto. Sebelumnya Eko Pujianto masuk menggantikan Eko Prasetyo yang pelipisnya bocor setelah berbenturan kepala saat duel di udara dengan Bento.

Gelandang serang Oliviera yang masuk menggantikan Ebanda nyaris membukukan gol ketiga. Namun tendangan saltonya masih tipis di atas mistar. Dua gol dan peluang-peluang yang diciptakan anak-anak asuh Keeltjes tak lepas dari koordinasi dan improvisasi yang berhasil digalang di sepanjang babak kedua.

Di kubu PSIS, Khusnul Yakien yang dipasang di depan bersama Nunung praktis tak mendapat suplai bola matang dari rekan-rekannya. Umpan-umpan crossing pun kurang efektif. Sementara, absennya Modestus Setiawan dan Maman Abdurrahman membuat rawan lini belakang PSIS. Dua pemain muda ini absen karena masih menjalani TC di Jakarta bersama timnas U-23, termasuk striker andalan Persijap, Jemi Suparno, yang juga absen sore kemarin.

Satu-satunya gol tim tamu dicetak Diallo Abdoulaye Djibril melalui titik penalti menit ke-85. Tembakan kaki kirinya ke arah kiri gawang tak bisa dihalau kiper Dwi Adi Nugrahanta. Penalti itu dihadiahkan wasit Drs Suprihatin setelah akselerasi Dedean yang muncul dari belakang dipotong Evaldo hingga jatuh di kotak penalti.

Pada pertandingan yang juga disaksikan lebih dari 3.000 suporter asal Semarang, atau seperempat dari jumlah fans Persijap, diwarnai aksi kerusuhan di tribune sebelah selatan, tempat Panser Biru.

Mereka terlibat aksi saling lempar batu dengan fans Persijap yang duduk di tribune barat, dua menit sebelum pertandingan usai. Tak jelas siapa yang memulai. Aksi tersebut membuat lima suporter Semarang terluka kepalanya. (H15,kar,H13-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA