| Senin, 13 Juni 2005 | KEDU & DIY |
4.000 Lulusan SD Tak MelanjutkanWONOSOBO - Diperkirakan sebanyak 4.000 lulusan SD tidak bisa melanjutkan ke jenjang SMP reguler. Dengan demikian, angka transisi lulusan SD yang melanjutkan diperkirakan mencapai 75%. Adapun siswa SD yang mengikuti UAN 2004/2005 tercatat 15.032 anak. Hal tersebut disampaikan Kasubdin Pendidikan Dinas Pendidikan Wonosobo, Drs Budi Rochmadi, kemarin. Dia yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan, sebagian lulusan SD yang tidak melanjutkan ke SMP reguler akan melanjutkan ke SMP Terbuka dan SMP lainnya. Disinggung tentang UAN SMP, Budi menduga pada tahun pelajaran 2004/2005 di daerah pegunungan ini, sebanyak 20% peserta UAN SMP tidak lulus. Hal itu karena dinaikannya standar kelulusan yang mencapai 4,26. Siswa SMP yang tidak lulus, sebagian besar didominasi siswa SMP Terbuka serta sebagian siswa SMP "pinggiran". Namun bagi siswa yang tidak lulus, lanjut Budi, mereka masih diberi kesempatan mengikuti ujian tahap II pada 3-5 Oktober 2005. Selain itu, bagi yang tidak lulus, bisa diterima di sekolah-sekolah tertentu dengan catatan siswa bersangkutan harus lulus pada ujian tahap II. Demikian pula dengan siswa SMA/MA/ SMK, diprediksi yang tidak lulus sebanyak 20%. Pada tahun pelajaran 2003/ 2004, UAN SMP/MTs diikuti 8.536 anak. Yang lulus tahap I mencapai 7.177 anak atau 84,02%. Sedangkan yang mengikuti UAN tahun pelajaran 2004/2005 tercatat 8.478 siswa. UAN SMA/MA/SMK tahun pelajaran 2003/2004 diikuti 2.390 siswa. Siswa yang tidak lulus tahap I mencapai 396 atau 16,56%. Pada tahun pelajaran 2004/2005, siswa yang ikut UAN sebanyak 3.398 anak. Mengenai siswa SMP Terbuka yang tidak mengikuti UAN tahun pelajaran 2004/2005, ungkap Budi, tercatat hampir 100 anak. Pada umumnya, ketika UAN berlangsung, mereka berada di luar kota karena telah bekerja. Meski demikian, mereka masih diberi kesempatan untuk mengikuti ujian tahap II.(P55-55d) |