logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 13 Juni 2005 KEDU & DIY
Line

Semua Elemen Harus Dirangkul

KEBUMEN- Berbagai pihak di Kebumen mengharapkan meski memang mutlak, bupati terpilih Hj Rustriningsih-KH Moh Nasiruddin AM harus bisa merangkul semua elemen masyarakat dan bersedia berbagi kekuasaan dengan partai politik.

Wakil Ketua PCNU Drs Moh Dawamuddin Masdar MAg kemarin mengingatkan, semua pihak di Kebumen harus menghargai hasil pilkada 5 Juni. Kemenangan mutlak pasangan Rustri-Kiai Nasir adalah realitas politik yang tak boleh dipungkiri.

Menurut Dawam, kemenangan tersebut justru menjadi beban dan tantangan bagi pasangan itu. Sebab di situ terkandung amanat rakyat yang besar, sehingga kebijakan lima tahun ke depan harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Terhadap kelompok masyarakat yang kritis, Dawam menyatakan semua warga negara sebenarnya memiliki kewajiban moral bersikap kritis. Apalagi di mana pun kekuasaan itu harus dikontrol. Namun, dalam menyampaikan kritik hendaknya secara proporsional dan tidak emosional.

Sementara itu, Ketua Forum Persaudaraan Bangsa Indonesia Kabupaten Kebumen Drs Mustopa Depe MA mengajak semua komponen masyarakat menghormati serta menerima hasil pilkada 5 Juni. Sebab, pemilihan bupati (pilbup) telah berlangsung lancar, jurdil serta demokratis, meski diwarnai tingginya angka golput atau tidak mencoblos sampai 28%.

Banyak ''PR''

Mustopa juga mengimbau pemimpin terpilih bisa merangkul semua elemen masyarakat di Kebumen, guna membawa daerah berpenduduk 1,2 juta jiwa itu makin mandiri. ''Kami berharap bupati terpilih benar-benar melaksanakan programnya, agar tidak mengecewakan pemilih atau rakyat Kebumen,'' tandas Mustopa yang juga Ketua KNPI Kebumen.

Sebelumnya, Wakil Ketua PC GP Anshor Kebumen Agus Salim Chamidi SSos meminta bupati dan wakilnya yang memenangi pilkada, mampu memberdayakan semua potensi daerah. Agus juga mengingatkan beberapa pekerjaan rumah bupati terpilih yang harus segera dipetakan dan dicarikan solusi.

Menurut Agus, dari 1,2 juta jiwa warga Kebumen, masih terdapat kantong kemiskinan yang dialami sekitar 30% penduduk. Karena itu, pemberantasan kemiskinan melalui pemberdayaan sektor pertanian, nelayan, dan industri kecil harus benar-benar menjadi prioritas.

Di sisi lain, Agus mengharapkan Bupati meneruskan skala prioritas bidang pendidikan serta bidang tenaga kerja. (B3-55s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA