logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 13 Juni 2005 INTERNASIONAL
Line

Lintas Jagat

Palestina Eksekusi Empat Pria

JALUR GAZA - Pasukan keamanan Palestina melaksanakan hukuman mati untuk kali pertama sejak 2002, Minggu kemarin. Hukuman itu sekaligus mengalahkan keputusan pengadilan sebelumnya. Empat pria yang mengaku telah melakukan pembununandi itu dieksekusi kemarin. Tiga di antaranya digantung sampai tewas, sedangkan seorang dihukum tembak.

Eksekusi itu bagian dari upaya Otoritas Palestina mengurangi kekacauan di kawasan tersebut. Namun hukuman mati itu dipastikan akan ditentang oleh Uni Eropa (UE), pemberi bantuan terbesar bagi Palestina.

Kelompok hak asasi manusia juga sudah menyampaikan keprihatinannya atas penerapan kembali hukuman mati, seperti diisyaratkan oleh Presiden Palestina Mahmud Abbas Februari lalu.

Juru bicara Departemen Dalam Negeri Tawfiq Abu Housa mengatakan, Abbas menandatangani pelaksanaan hukuman mati itu Sabtu lalu.

''Itu merupakan kebijakan baru untuk menerapkan hukum dan mengurangi kekacauan karena tidak adanya tertib hukum di kawasan Palestina,'' kata Housa.(bbc-ben-25)

Sandera Prancis Dibebaskan

BAGDAD - Wartawan Prancis Florence Aubenas (44) dan penerjemahnya asal Irak, Hussein Hanoun al-Saadi, telah dibebaskan setelah disandera selama lima bulan di Irak. Presiden Prancis Jacques Chirac mengatakan, wartawan harian Liberation itu dalam keadaan sehat dan sekarang dalam perjalanan pulang ke Prancis.

Belum ada perincian mengenai tempat Aubenas diculik selama ini dan bagaimana proses pembebasannya. Aubenas dan Saadi diculik di Bagdad 5 Januari lalu.

Media Prancis telah melakukan berbagai kampanye menyerukan pembebasannya. Tidak lama setelah diculik, para penyandera mengeluarkan rekaman video. Dalam rekaman itu, Aubenas meminta kepada pemerintah Perancis untuk menolongnya.

Lebih dari 20 warga asing masih disandera di berbagai daerah di Irak. Lebih banyak lagi warga Irak disandera, beberapa di antaranya bahkan sudah dibunuh.(bbc-ben-25)

Parlemen Kurdi Pilih Presiden

ARBIL - Parlemen Kurdi menyatakan telah memilih politikus kawakan Masoud Barzani sebagai presiden wilayah otonom di Irak utara tersebut, Minggu kemarin. Baru kali ini Kurdi mendapat otonomi luas setelah puluhan tahun mereka ditindas rezim Saddam Hussein.

Adnan al-Mufti, Ketua Parlemen Kurdi, mengatakan dalam konferensi pers bahwa parlemen dengan suara bulat memilih Barzani. Barzani adalah ketua Partai Demokratis Kurdistan (PDK). Dia saingan lama Jalal Talabani - tokoh Uni Patriotik Kurdistan (UPK) - yang menjadi presiden Irak sejak awal tahun ini.

Barzani akan dilantik secara resmi, Selasa besok. Sebab, cuaca buruk telah membuat sejumlah pejabat menunda penerbangan mereka dari Bagdad ke wilayah otonom itu, kemarin.

Setelah berbulan-bulan berdebat menyusul pemilu 30 Januari lalu, dukungan terhadap Barzani itu memperkuat cengkeraman politik Kurdi di Irak utara.

Hal itu bisa menambah pengaruh mereka untuk mempertahankan otonomi tersebut apabila konstitusi baru Irak disusun di Bagdad.(rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA