| Senin, 13 Juni 2005 | EKONOMI |
Telkomsel, Ikon Telekomunikasi Seluler IndonesiaSATU langkah lebih maju. Itulah setiap gebrakan yang dilakukan Telkomsel dalam upaya meraih dan mempertahankan pelanggan. Hal itu diwujudkan dalam setiap produk-produk berteknologi tinggi serta layanan yang diluncurkan perusahaan seluler pemegang pangsa pasar terbesar tersebut. Tahun ini Telkomsel sudah menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, sedangkan di Jateng-DIY direncanakan tahun ini sudah bisa dinikmati seluruh kecamatan. Pada 26 Mei 2005 laluTelkomsel memasuki ulang tahunnya yang kesepuluh atau sudah satu dasawarsa berkiprah di bidang industri telekomunikasi selular Indonesia. Selama waktu tersebut banyak kemajuan yang bisa dinikmati oleh pengguna seluler di Tanah Air, termasuk yang terbaru berupa layanan Enhance Data rate for GSM Evolution (EDGE). Operator Global System for Mobile Communication (GSM) itu selain secara kontinu melayani seluruh daerah di Indonesia, merealisasi komitmen menjadi pewujud good corporate citizenship yang memberi nilai tambah pada lingkungannya. Salah satunya memberi bantuan senilai Rp 500 juta kepada Unicef untuk membantu program antipolio bekerja sama dengan Departemen Kesehatan. Telkomsel yang semula bernama T-sel meletakkan pondasi layanannya di Batam pada 26 Mei 1995. Tahun pertama perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh PT Telkom 65% dan SingTel 35% itu pangsa pasarnya 11,7%. Seiring dengan pertumbuhan pasar pada 1995-1996 kinerjanya diselaraskan dengan pola pasar distribusi terbuka dan berhasil menggelar jaringan di seluruh provinsi di Indonesia. Tahun 1997 Telkomsel memperkenalkan kartu prabayar isi ulang pertama di Indonesia dan Asia. Evolusi pengembangan selanjutnya pada 1999 mengadopsi mobile banking. Kemudian tahun 2001 merealisasi teknologi dual band (900&1.800) sebagai solusi kapasitas di daerah hi-traffic dan layanan data. Pada saat itu terjadi booming penggunaan seluler sehingga traffic makin padat. Untuk memberi layanan terbaik Telkomsel mengikuti perubahan gradual tapi cepat dengan mengadakan jaringan GSM dualband (900&1.800) dilengkapi teknologi global packet radio service (GPRS). Pada tahun 2002 peningkatan kualitas diawali seiring dengan perkembangan teknologi telekomunikasi dunia melalui layanan MMS secara serempak di sejumlah kota Indonesia. Momen tersebut sebagai tonggak kehadiran era multimedia. Era multimedia tersebut berdampak positif terhadap akses jaringan dengan peningkatan kebutuhan pelayanan kecepatan. Sebelumnya jaringan telepon seluler masih tergolong rendah, yakni rata-rata 9 kilo byte per second (kpbs) hanya cukup untuk mengirim data tulisan dalam jumlah terbatas. Pengadopsian jaringan GPRS membuat kecepatannya meningkat sampai 64 kbps, bahkan bisa 144 kbps yang memungkinkan bisa mengirim foto VGA (640 x 480 piksel). Kantor Bergerak Tahun 2003 Telkomsel terus melangkah dengan teknologi WiFi Surfzone. Akses WiFi merupakan fasilitas yang sama dan sebangun dengan kenyamanan mirip gagasan kantor bergerak yang mulai diperkenalkan lewat jaringan teknologi 3 G. Melanjutkan evolusi teknologinya tahun 2004 diimplementasikan teknologi EDGE yang menjadikan Telkomsel membuka industri seluler Indonesia ke industri seluler internasional dengan membentuk mobile bridge bersama para operator di kawasan Asia Pasifik. Modal keberhasilan tersebut menempatkan Telkomsel menjadi operator terpercaya di Indonesia yang setara dengan operator seluler di negara maju. Kehadiran layanan seluler Telkomsel di Indonesia dengan jaringan yang makin luas dan didukung oleh implementasi teknologi terkini makin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Misalnya meningkatkan kelancaran komunikasi antarpenduduk di Indonesia serta meningkatkan daya tarik investasi daerah. Keberadaan sarana telekomunikasi juga meningkatkan peluang usaha dari skala besar, menengah, hingga kecil, serta mendukung percepatan pertumbuhan perekonomian suatu wilayah. Inovasi dan pemerataan kesempatan menikmati layanan telepon seluler diikuti Telkomsel dengan memelopori penerapan ring back tone di seluruh wilayah dan layanan push e-mail uyang makin menggairahkan konsumen. Apalagi bagi pelanggan yang sangat mobile atau kerap ke luar negeri. Kerja sama Telkomsel dengan 218 operator di 135 negara di dunia memungkinkan kemudahan menikmati pencapaian prestasi yang diukir Telkomsel. Telkomsel bermitra dengan 16 negara, antara lain AS, Swiss, China, Hong Kong, Filipina, Polandia, Singapura, Thailand, Malaysia, Jepang, Belanda, Australia, Israel, Austria, Kanada, dan India yang didukung oleh 24 negara lainnya. Tetapi betapa pun kenyamanan dan konvergensi canggih dihadirkan, pelanggan kerap mengharapkan pelayanan murah. Apalagi untuk ukuran Asia biaya penggunaan seluler masih tergolong tinggi. Menjawab permintaan tersebut Telkomsel menurunkan tarif sejak awal Februari 2005. Ditandai penerapan tarif off peak bagi pengguna kartu Simpati pada pukul 23.00-06.59 yang dikenai tarif flat Rp 150/30 detik untuk sesama pengguna Telkomsel. Tarif sebelum diturunkan adalah Rp 1.200/menit. Pelanggan kartu Halo pun menikmati penurunan tarif off peak Rp100/20 detik dan SLJJ Rp 75/15 detik. Semua itu merupakan terobosan-terobosan baru yang dilakukan Telkomsel untuk memanjakan pelanggan dan calon pelanggan. (Arie Widiarto-27) Perjalanan Satu Dekade Telkomsel 1995 : Resmi beroperasi di Batam, Medan, Surabaya, Denpasar. 1995-1996 : Menggelar jaringan di semua provinsi. 1997 : Memperkenalkan Simpati sebagai kartu prabayar pertama di Indonesia dan Asia. 1999 : Meluncurkan Mobile Banking Pertama 2001 : Menerapkan teknologi dual band (900 dan 1800 Mhz). 2002 : Menggelar jaringan GPRS dan MMS. 2003 : Meluncurkan teknologi Wi-Fi Surfzone. 2004 : Mengimplementasikan teknologi EDGE 2005 : Menggelar jaringan layanan seluler di semua kabupaten dan kota. |