| Senin, 13 Juni 2005 | BANYUMAS |
Minim, Hutan Kota di PurwokertoPURWOKERTO- Hutan kota di Purwokerto masih sangat minim, jauh dari ideal. Hanya ada 41 ha hutan kota. Padahal, idealnya 414,3 ha atau 10% dari luas kota Purwokerto. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Wisnu Hermawanto, kemarin, menyatakan kini makin banyak kendaraan sehingga kian banyak polusi udara. Karena itu hutan kota sangat penting. Dia menyatakan untuk bisa membangun hutan kota sesuai dengan kebutuhan ideal tak mungkin terwujud. "Sebab, kini sudah banyak lahan hijau berubah fungsi,'' katanya. Langkah yang bisa ditempuh untuk menambah kehijauan di kota adalah intensifikasi tumbuhan dengan tumbuhan yang setara dengan luasan itu. Jika 1 ha lahan setara dengan 400 pohon berarti Purwokerto masih membutuhkan ratusan ribu pohon. Penghijauan yang bisa dilakukan dalam keterbatasan lahan dengan menghijaukan turus jalan, kompleks perkantoran, halaman rumah, dan lapangan. ''Hanya dengan lang-kah semacam itu, target penghijauan kota dapat tercapai." Dia menyatakan berdasar survei Dinas Kehutanan, Purwokerto hanya memiliki luas hijauan 41 ha. Itu pun termasuk dua hutan kota di Karanglewas dan Jalan Soepardjo Rustam seluas 2,7 ha. Perlu Koordinasi Namun penghijauan tak bisa dilakukan secara sembarangan. Perlu koordinasi antaradinas dan terencana matang. ''Rencana detail hijauan kota itu dibuat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Mudah-mudahan tahun ini rencana itu selesai sehingga bisa segera diwujudkan.'' Penghijauan akan dilakukan sesudah ada produk hukum yang melindungi. Jika tak ada payung hukum, dia khawatir kawasan yang ditetapkan sewaktu-waktu digunakan untuk kepentingan lain. Pohon pun harus disesuaikan dengan kondisi perkotaan, yaitu menyerap polusi dan tak terlalu tinggi. "Kami telah menginventarisasi tanaman yang cocok, seperti mahoni, angsana, cemara gembel, akasia mangium, dan flamboyan. Khusus perkantoran akan ditanami pohon tembaga sebagai tanaman khas Banyumas." (G23-53) |