logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 13 Juni 2005 BANYUMAS
Line

VCD Porno ala Mahasiswi Diburu

  • Ada Empat Versi Tayangan

PURWOKERTO- Di masyarakat kini beredar film pendek berisi adegan seks bebas yang diduga diperankan mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Purwokerto. Tak ayal, sepekan ini persoalan itu ramai diperbincangkan berbagai kalangan.

Warga masyarakat yang penasaran pun memburu video compact disk (VCD) itu. Perburuan tak hanya ke penjual VCD di tepi jalan, tetapi juga ke kampus yang disinyalir bisa menggandakan dan mengetahui jaringan pembuat film itu.

Ada empat versi tayangan porno itu. Pertama, versi adegan seks yang terekam kamera telepon seluler berdurasi dua menit. Versi itu sudah disebarluaskan melalui internet.

Versi kedua dan ketiga dikemas dalam VCD berjudul ''Cinta dalam Kampus'' dan ''Purwokerto Mbetongol''. Versi keempat yang ramai dibicarakan adalah VCD berjudul ''Di Balik Selimut D...'' Versi ini berdurasi sekitar 30 menit.

Kabar paling santer soal tayangan porno itu beredar di kalangan kampus. Tak pelak, mahasiswa, dosen, dan pejabat kampus pun memburu VCD tersebut. Mereka penasaran karena ingin mengetahui apakah mahasiswi yang tampil itu adalah teman dekat atau teman sekampus.

Ada yang menduga, gadis itu pelacur atau ''ayam kampus''. Dia mengaku mahasiswi untuk menaikkan nilai jual.

''Bahkan ada yang sudah tahu pelakunya. Namun untuk memperoleh agak sulit,'' kata Henry, mahasiswa yang kos di Bancarkembar, Purwokerto Utara.

Polres Banyumas pun kini menerjunkan personel untuk melacak. Pelacakan secara khusus dilakukan jajaran Polsek Purwokerto Utara. Di kawasan itu ada sebuah perguruan tinggi dengan mahasiswa paling banyak. Namun polsek lain juga sudah ''mengendus'' hal itu.

Kesulitan

Kapolres Banyumas AKBP Erwin Triwanto melalui Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan AKP Zaenal Abidin, kemarin, menyatakan polisi telah meningkatkan penyelidikan kasus itu. Bahkan aparat penyidik Polsek Utara telah menemukan sebuah VCD.

''Kami masih mendalami, apakah benar para pemain adalah mahasiswa,'' kata Zaenal, yang juga Hubungan Masyarakat Polres.

Dia menyatakan polisi masih mengidentifikasi VCD itu. Karena masih kesulitan mengenali pelaku dalam tayangan tersebut, polisi belum berani menyimpulkan. "Namun kami akan membongkar kasus ini secara tuntas,'' katanya.

Satu VCD yang dijual antara Rp 50.000 dan Rp 75.000 itu sudah beredar pula di Yogyakarta. Di kota itu pula kali pertama ramai dibicarakan. Sebab, adegan seks mahasiswi itu digambarkan terjadi di daerah tersebut.

''Dua minggu lalu saya mendengar dan melihatnya,'' kata Kajog, warga Yogyakarta.

Namun beberapa penjual CVD mengaku belum tahu. Mereka penasaran dan ingin mendapatkan. Sebab, berdasar pengalaman, harga jual VCD porno seperti itu tinggi.

''Tolong, jika ada saya dibelikan,'' ujar Wawan, penjual VCD di kawasan Kebondalem, Purwokerto. (G22-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA