logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 13 Juni 2005 BANYUMAS
Line

Mengantisipasi Golongan Putih

PURBALINGGA- Kebumen dan Pekalongan sudah lebih dahulu memilih kepala daerah, Minggu (5/6). Ternyata di kedua daerah itu, warga masyarakat yang tak memilih atau golongan putih (golput) cukup banyak.

Hal itu membuat Munir-Soetarto Rachmat menyusun strategi baru untuk mengatisipasi. ''Untuk menghindari golput, kami sampaikan bahwa memilih pemimpin hukumnya wajib sesuai dengan kaidah Islam. Kebanyakan warga masyarakat kan muslim. Berdosa jika tak memilih. Sebaliknya, mendapat pahala jika memilih. Mudah-mudahan kelak golput di Purbalingga berkurang,'' kata Munir.

Dia mengemukakan hal itu di sela-sela pembekalan kepada juru kampanye di sekretariat DPD Partai Golkar, Selasa (7/6). Acara itu dihadiri puluhan juru kampanye dari berbagai wilayah. Beberapa simpatisan dari luar partai juga hadir.

Munir menduga golput di kedua kabupaten tersebut lebih banyak dari kalangan orang tua. Mereka bingung saat mencoblos. ''Dengan sosialisasi merata, kami berharap bisa mengurangi golput di Purbalingga,'' katanya.

Soetarto Rachmat menambahkan, sosialisasi terutama harus ditekankan pada tata cara pencoblosan dan siapa saja calon yang maju. Karena, selama ini masyarakat belum pernah memilih bupati secara langsung. Mereka hanya pernah memilih presiden dan anggota lembaga legislatif. ''Pemilihan kepala daerah ini pembelajaran bagi rakyat.''

Didampingi ketua tim sukses Wachyono, dia memperkirakan mampu mengumpulkan 55% suara sah pada pemilihan 27 Juni. Hal itu sesuai dengan pantauan tim sukses di lapangan. ''Sekarang sih masih fifty-fifty,'' tuturnya.

Dia menuturkan masa kampanye mulai 10 Juni dan berakhir 23 Juni itu tak akan menghasilkan sesuatu yang mengejutkan. (F10-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA