logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 11 Juni 2005 MURIA
Line

Belum Dapat Izin Baru

Dua Penambang Pasir Besi Tutup

JEPARA - Dua dari tiga perusahaan penambangan pasir besi di pantai utara Kabupaten Jepara tutup, karena belum mendapatkan perpanjangan izin. Satu perusahaan lagi, izinnya masih berlaku satu tahun.

"Dua perusahaan sudah habis izinnya Maret 2005, dan permohonan perpanjangan izinnya belum mendapat persetujuan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pertambangan dan Energi, dokter hewan Hermin Supriyanto MM, didampingi Kasi Eksplorasi/Eksploitasi, Aris Widjanarko, di kantornya, kemarin.

Perusahaan yang menunggu perpanjangan izin itu adalah PT Jlitheng Wijaya dan PT Sumber Alamineratama (asal Jatim). PT Jlitheng, sebelumnya mendapat izin kuasa pertambangan (KP) selama 17 tahun, terhitung Maret 1988 hingga Maret 2005. Luas areal yang dikelola 43,12 hektare.

PT Sumber Alamineratama, mengelola 28,74 hektare sejak Maret 1997 hingga Maret 2005. Yang masih berlaku izinnya adalah PT Pasir Rantai Mas (Jakarta), yang mengelola 1.999,30 hektare lahan pertambangan. Izinnya berlaku selama sepuluh tahun, sejak Oktober 1996 hingga 2006.

Izin lama yang diperoleh, berasal dari Direktur Jenderal Pertambangan Umum Departemen Pertambanagn dan Energi.

Dalam era otonomi ini, pasir besi yang termasuk golongan galian B izinnya dikeluarkan oleh Bupati.

Hermin memaparkan, Pemkab Jepara sudah mengesahkan dua peraturan daerah (perda) tentang usaha pertambangan dan izin usaha pertambangan, yang sekarang ini sudah dikirim ke Pemerintah Provinsi. Pengesahan perda tersebut oleh Depdagri.

Tunggu Bupati

Tentang kelanjutan usaha pertambangan pasir besi yang tersebar di beberapa desa di Kecamatan Kembang hingga Keling, masih menunggu kebijakan Bupati.

"Bupati menghendaki para penambang bekerja sama dengan badan usaha milik desa (BUMDes). Dengan demikian, akan terjadi kemitraan yang saling menguntungkan antara perusahaan penambang dan warga setempat," cetus Hermin.

Jika tidak ada kerja sama dengan desa yang memiliki kandungan tambang pasir besi, dikhawatirkan usaha penambangan tidak berjalan lancar.(kar-15a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA