logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 11 Juni 2005 SEMARANG
Line

"Saya Mbahnya KSAD"

SEMARANG- Bila apa yang diceritakan semua benar, tampaknya Poniman Soedharmo (84) merupakan orang hebat.

Bayangkan, dia mengaku kenal dan pernah berhubungan dengan banyak nama tenar di negeri ini. Mulai Bung Tomo, Roeslan Abdul Gani, Abdul Malik, hingga mantan presiden Soeharto.

Pengakuan itu sempat membuat Kapolda Irjen Chaerul Rasjid menanggapi serius. Dari pengakuan Kapolda itulah, lakon Poniman sang "jenderal" berbintang empat itu terkuak. Terindikasi, Poniman sedang melalui masa-masa prapikun. Atau bila tidak, dia mengalami gangguan jiwa.

Kapolda menuturkan, peristiwa itu bermula ketika dia mendapat telepon dari seseorang yang mengaku jenderal Poniman saat sedang dalam perjalanan dari Solo, Rabu (8/6).

Katanya, si "jenderal" itu akan mempertanyakan soal Akademi Kepolisian (Akpol). Yang membuat Chaerul penasaran, Poniman saat itu tinggal di sebuah mes Penerbad. Padahal, mes tersebut diperuntukkan bagi para perwira pertama.

"Saya langsung minta tolong kepada Kapolwiltabes untuk mengecek orang itu. Ton (Kapoltabes Semarang Suhartono-Red), coba cek ada orang ngaku jenderal, tetapi kok tinggal di mes Penerbad yang kelas perwira pertama," katanya, sembari senyum.

"Siap, berangkat komandan," jawab Suhartono ditirukan Kapolda.

"Kapolwil pun langsung ke sana. Saya punya firasat kok lain. Saya minta agar anggota reserse terus mengawasinya," tambahnya.

Beberapa menit kemudian, dia menerima laporan Kapolwiltabes bahwa memang ada seorang yang mengaku bernama Poniman. Orang itu mengaku berpangkat jenderal. Maka dia pun mendatangi mes "sang jenderal".

Ketika memasuki mes, Kapolda melihat pakaian ala jenderal tergantung di depan lemari.

"Begitu masuk kamarnya, saya lihat sangat kumuh dan sendalnya jepit. Wah, (saya) udah kena (tipu) nih. Setelah diselidiki, ternyata perbuatan itu dilakukan karena dia kecewa setelah keponakannya tidak lolos masuk Akpol," ungkapnya.

Pangdam IV

Kala itu, lanjut Chaerul Rasjid, Pangdam IV Diponegoro Mayjen (TNI) Soenarso pun datang di tempat tersebut. Ketika Pangdam bertanya, apakah bapak tahu Poniman? "Siap, saya Poniman. Saya Mbahnya KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat)," jawab Kapolda menirukan Poniman saat ditanya Pangdam, sembari tertawa terkekeh-kekeh.

Chaerul Rasjid mengatakan, kalau Poniman sempat ngomong yang seolah-olah bernada perintah. "Kalau Pangdam (Mayjen Soenarso-Red) pantatnya tidak bergeser (tidak datang), akan saya pindahkan," kata Kapolda kembali menirukan "si jenderal bintang empat" itu.

Sementara itu, kemarin Poniman diperiksakan ke psikiater di RS Bhayangkara. Selama 1,5 jam Poniman dites dengan berbagai pertanyaan. Itu untuk menguji sejauh mana kondisi mentalnya.

Seorang penyidik Polwiltabes yang mendampingi Poniman menjelaskan, selama pemeriksaan jenderal gadungan itu masih memberikan jawaban yang membingungkan.

Keterangannya kerap tidak konsisten. Poniman juga tidak bisa menjelaskan beberapa hal yang terkait dengan riwayat hidup dan kariernya yang disebut-sebut terkait dunia militer dan kepolisian. Hasil tes Poniman baru akan dikeluarkan Senin (13/6) . (G5,G3-54)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA