logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 08 Juni 2005 SALA
Line

Warga Terserang Chikungunya

  • Ada Penderita Campak Jerman

KOTA - Sedikitnya 21 warga RW 7 Kampung Bayan, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari terserang penyakit dengan gejala mirip chikungunya.

Pada awalnya mereka menderita panas tinggi, keluar bintik-bintik merah disertai beberapa bagian tubuh yang membengkak. Mereka juga mengeluh tiba-tiba kesulitan bergerak karena nyeri di persendian. Setelah memeriksakan diri ke dokter dan melakukan pemeriksaan darah, ada yang dinyatakan positif chikungunya dan ada pula yang didiagnosis menderita campak jerman.

"Awalnya sekitar dua minggu lalu, tubuh Sri Hartati tiba-tiba panas tinggi dan tidak bisa bergerak sama sekali. Dia dilarikan ke dokter karena (keluarganya) khawatir (dia menderita) demam berdarah dengue atau tifus," ungkap seorang warga RT 8 RW 7, Kelurahan Kadipiro, Ambar Suyono, kemarin.

Setelah Sri Hartati, tak selang lama penyakit dengan gejala serupa menyerang belasan warga lain dan menyebar di lingkungan itu. Sedikitnya warga dua RT lainnya yang lokasinya tak jauh dari RT 8 juga tertular penyakit serupa.

Di RT 5 RW7 ada dua keluarga atau sekitar empat orang yang terkena chikungunya sedangkan di RT 6 RW7 terdapat empat keluarga atau sekitar lima orang. Kebanyakan yang terkena gejala tersebut adalah orang dewasa.

Cek Darah

Mereka pun buru-buru berobat ke RS Brayat Minulya dan ada yang diminta untuk cek darah. Hasilnya, Sri Hartati dinyatakan menderita campak jerman. Namun beberapa warga lainnya yang gejalanya serupa dan memeriksakan diri ke dokter berbeda, dinyatakan menderita chikungunya.

"Kalau saya dan RS Misriyanto dinyatakan terkena chikungunya. Sementara itu, Sri terkena campak jerman meski gejalanya hampir sama," lanjut Ambar.

Meski diberitahu penyakit semacam itu tidak mematikan, warga tetap khawatir lantaran ada yang sudah sembuh dari gejala penyakit itu tetapi dalam waktu singkat tertular lagi. Akibatnya, mereka harus kembali ke rumah sakit. Dari 21 warga, seorang anak berusia 1,5 tahun terpaksa menjalani rawat inap.

Selain panas tubuh yang tinggi, pada gejala awal mereka yang terkena penyakit tersebut kesulitan bergerak. Hal itu karena persendian sangat nyeri jika digerakkan. Bahkan saat hampir sembuh, beberapa warga itu masih merasa kesulitan menekuk kaki ataupun tangan.

"Panas tubuh saya mencapai 40 derajat Celcius dan tidak bisa bergerak karena persendian sakit. Karena itu, saya tidak bisa apa-apa. Semua warga yang terkena juga seperti itu," tutur Sri Hartati.

Misriyanto menuturkan, selama ini mereka belum pernah menderita penyakit semacam itu. Pemunculan penyakit itu mengagetkan warga. (G18-18j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA