| Rabu, 08 Juni 2005 | PANTURA |
Koalisi Partai Akan Munculkan CawabupPEMALANG - Gabungan sejumlah partai yang tak mendapatkan kursi di DPRD yang diberi nama Koalisi Partai Bersatu (KPB) masih tetap solid sampai pelaksanaan Pemilihan Bupati (Pilbup) Pemalang 2005. Pemrakarsa KPB yang juga Ketua DPD PAN Pemalang Drs Bambang Agus Rohim menjelaskan, kelompoknya masih tetap solid hingga kini. Sejak terbentuk pada awal Mei lalu, memang belum ada kegiatan yang menonjol, namun masing-masing anggota tetap solid dan mengikat dalam persatuan dan kesatuan KPB. ''Belum banyaknya kegiatan itu karena saya baru saja sakit dan dioperasi. Insya Allah dalam pekan depan kami akan deklarasikan KPB,'' ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin. Bambang yang juga anggota DPRD itu menegaskan, semula memang ada kekhawatiran tidak akan bisa terbentuk koalisi. Namun kenyataannya ketika dia melontarkan gagasannya itu, sejumlah partai kecil menyambut antusias. Mereka pun akhirnya bisa disatukan dalam ikatan KPB. Yang bisa menyatukan sejumlah partai itu menurut Ketua Badan Kehormatan Dewan tersebut adalah adanya satu kepentingan untuk kebaikan Kabupaten Pemalang ke depan. Setidaknya, Pemalang akan menjadi daerah yang maju dan lebih baik daripada sekarang. Kebetulan tiap-tiap partai punya cita-cita yang sama seperti itu sehingga bisa bersatu. Punya Peluang Jadi Dalam pilbup tersebut KPB hanya akan mengusung calon wakil bupati (cawabub) tanpa (cabub). Sebab, langkah strategis yang akan disusun itu mereka anggap lebih tepat dengan konstelasi politik yang ada. Jika mengusung cabub, mereka akan merasa sangat berat. Namun tidak menutup kemungkinan KPB juga akan mengusung cabub. Hal itu bergantung pada situasi tahap-tahap pilbup yang akan dimulai sekitar bulan Agustus mendatang. Sekiranya memungkinkan mengajukan cabub, kesempatan itu tidak akan mereka sia-siakan. ''Yang penting kami mengajukan calon yang benar-benar punya peluang jadi atau layak dijual. Jangan sampai calon yang kami bawa tidak layak jual,'' tegasnya. Kendati telah mempunyai sikap untuk mengusung calon dalam pilbup, KPB hingga kini belum punya figur. Bisa jadi figur yang akan diusung adalah di luar KPB. Namun jika partai yang tergabung dalam KPB mempunyai kader yang cocok untuk diajukan, kader itulah yang akan didukung sampai titik darah penghabisan. KPB tidak akan meninggalkan begitu saja proses pilbup yang baru saja berlangsung di Pekalongan. Peristiwa itu menjadi acuan dalam menyusun strategi. Dari peristiwa tersebut KPB menangkap sinyal bahwa partai mayoritas belum tentu menang. (sf-37n) |