logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 08 Juni 2005 PANTURA
Line

Nenek Tewas Terbakar

TEGAL- Seorang nenek, Rawen (70), warga Desa Cabawan, Margadana, Kota Tegal, Selasa (6/6) malam tewas terbakar di rumahnya. Tubuh korban ditemukan sekitar pukul 19.30 dalam kondisi terluka bakar.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, korban mengalami musibah tersebut diduga karena menyenggol lampu minyak tanah.

Menurut saksi tetangga korban, Raisah (65), korban ditemukan tewas kali pertama setelah dirinya mencium bau sesuatu yang terbakar.

Ketika itu, dia sedang berada di mushala dekat rumah korban. Seusai shalat Isya, dia penasaran dan memeriksa rumah korban yang berada tidak jauh dari mushala.

Dia kemudian mencoba masuk ke rumah itu. Kebetulan pintu tidak terkunci, sehingga dia berhasil masuk ke rumah nenek tersebut. Betapa kagetnya dia ketika mendapati korban dalam keadaan hangus terbakar.

"Kain yang dipakai Mak Ruwen masih tampak menyala, ketika saya temui," ungkapnya.

Sepengetahuan dia, korban biasa menyalakan lampu minyak untuk menerangi rumahnya yang belum menggunakan listrik.

Lampu minyak tanah itu selalu diletakkan di lantai ruang tengah, yang hanya dihuni korban bersama suaminya, Hasan Husein (73).

Tersenggol Kaki

Dia memperkirakan, lampu minyak tersebut kesenggol kaki korban ketika ke luar dari kamar menuju ruang tengah.

''Mungkin karena penglihatannya sudah berkurang, lampu teplok itu kena kaki.''

Pada saat kejadian suami korban juga sedang tidak berada di rumah. Dia pergi sejak pukul 16.00 untuk menghadiri acara khitanan anak keponakannya di Bulakamba, Brebes.

Raisah yang masih keponakan korban mengutarakan, seusai melihat korban, dirinya berteriak meminta pertolongan. Warga yang mendengar jeritan tersebut langsung berduyun-duyun datang dan memberikan pertolongan.

Mereka langsung menyiram korban yang masih terbakar dengan air. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa.

Tetangga korban, Dibyo (40), mengabari Hasan Husein melalui telepon. Kabar tersebut diterima keponakan Husein, Kasmud.

"Ibu Rawen kena geni (Ibu Rawen kena api-Red),'' tuturnya kepada Husein. Mendengar kabar itu, Husein langsung pulang dan menemukan istrinya sudah dalam keadaan terbujur kaku dengan tubuh terbakar.

Hingga kemarin, sekitar pukul 10.00 mayat korban dimakamkan di pemakaman kelurahan setempat.

Kasus tersebut juga mendapat perhatian dari Wali Kota Adi Winarso SSos. Sekitar pukul 07.00, dia didampingi Kepala Kantor Informasi dan Kehumasan (Infomas) Drs Khaerul Huda dan Kepala Kantor Kesbang Linmas Sumito SIP, memberikan bantuan kepada keluarga korban. (lei-37s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA