| Rabu, 08 Juni 2005 | PANTURA |
Penghentian Bongkar-Muat Batu Bara Sudah FinalTEGAL- Sinyalemen Humas Kerja Sama Operasional (KSO) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III- PT Hidup Bobaraja, Atmo Suwito, yang menyebutkan perlu ada dialog sebelum muncul keputusan penghentian bongkar-muat batu bara, kemarin mendapat tanggapan dari Wali Kota Adi Winarso SSos. Melalui Kepala Kantor Informasi dan Kehumasan (Infomas) Drs Khaerul Huda, Wali Kota menegaskan keputusan penghentian bongkar-muat sudah final. ''Itu sudah melalui kajian yang mendalam. Maka, tidak perlu ada dialog lagi. Alasan yang paling pokok, lokasi bongkar-muat tersebut berdekatan dengan objek wisata PAI,'' katanya. Seperti diberitakan Suara Merdeka (7/6), Humas KSO Pelindo-Bobaraja, Atmo Suwito menyatakan seharusnya Pemkot memberikan kesempatan untuk berdialog terlebih dahulu. ''Selama ini dialog itu belum ada. Apa hambatannya, juga belum jelas. Kalau kemudian dikhawatirkan mengganggu lingkungan, kami telah menunjuk tim berkompeten. Kendati demikian, kami tetap menghormati apa yang telah menjadi keputusan Wali Kota,'' ungkapnya. Tetap Beri Peluang Khaerul menuturkan, pihaknya tetap memberikan peluang kepada investor, dengan catatan lokasi tidak berdekatan dengan objek wisata. Pihaknya menyarankan lokasi yang bisa dijadikan tempat bongkar-muat bisa dialihkan ke Pelabuhan Tegalsari atau wilayah lain. ''Konsekuensinya memang perlu dana besar, karena untuk pembuatan dermaga. Apalagi, sekarang juga sedang disiapkan kawasan industri yang berada di wilayah Muarareja dan sekitarnya,'' kata dia. Menurutnya, penyiapan lahan kawasan industri kini sudah ada investor yang berminat menanam investasi. Antara lain pabrik tepung ikan, kerupuk ikan, dan tepung beras. ''Dua di antaranya sudah mengajukan izin. Sekarang ini di lokasi seluas 15 ha itu tinggal meratakan tanah,'' paparnya. Secara terpisah, Dosen Hukum Lingkungan Universitas Pancasakti (UPS) Tegal Fajar Ari Sudewo SH MH mendukung sikap Wali Kota, dengan alasan rencana pembuatan tempat bongkar batu bara berdekatan dengan objek wisata pantai. (G12-37s) |