| Rabu, 08 Juni 2005 | PANTURA |
Lembar Jawaban UN SMP BerbedaTEGAL - Sejumlah guru pengawas ujian nasional (UN) SMP/MTs negeri dan swasta bertindak cepat. Pada hari pertama UN, Senin (6/6) lalu, ternyata ada lembar jawaban UN 2004/2005 yang berbeda dengan Lembar Jawaban Komputer (LJK) pada materi UN 2003/2004. Mereka kemudian cepat mengantisipasi karena LJK itu sempat digunakan dalam latihan yang diadakan sampai dua kali. Mengetahui lembar jawaban berbeda, tutur beberapa guru kemarin, guru pengawas pun bertindak cepat. Sebelum UN dimulai pukul 08.00, guru terlebih dahulu menjelaskan tentang format lembar jawaban (LJ) UN yang berbeda dengan LJK. Setelah penjelasan dianggap cukup, UN SMP itu pun lalu dimulai. Kepala Dinas P dan K Drs Machful kemarin kaget mendengar hal tersebut. Sebab, dia merasa sudah menjelaskan masalah tersebut jauh hari sebelumnya. ''Kenapa perubahan itu baru disampaikan kepada peserta pada saat ujian hari pertama berlangsung?'' ucapnya. Menurut dia, adanya perbedaan lembar jawaban memang sudah diketahui Dinas P dan K Jateng yang kemudian disampaikan melalui rapat di Semarang. Sehari kemudian disampaikan langsung kepada para kepala sekolah. Ijazah Terlambat Selain masalah perbedaan lembar jawaban, dia juga menjelaskan soal keterlambatan pembagian ijazah yang akan diterima oleh siswa kelak. Untuk menggantikan ijazah, pihak sekolah diminta mengeluarkan surat tanda tamat belajar (STTB) sementara. STTB itu, kata Machful, dimaksudkan sebagai syarat pendaftaran bagi lulusan yang hendak melanjutkan sekolah. Ijazah SMP dan SMA itu, lanjut dia, diterbitkan Depdiknas Pusat, sedangkan ijazah lulusan SD diterbitkan Dinas P dan K Jateng. Tentang adanya materi soal ujian akhir sekolah (UAS) SD/MI negeri dan swasta yang berbeda, Mahcful membenarkannya. Sebab, materi UAS SD dibuat oleh Kelompok Kerja Sekolah (KKS) tingkat kecamatan. Karena di Kota Tegal ada empat kecamatan, otomatis materi UAS saling berlainan karena tiap-tiap kecamatan membuat soal UAS sendiri. Dituturkan, pihaknya tak membuat materi UAS karena kalau hal itu dilakukan justru menyalahi ketentuan. Materi UAS itu sendiri sesuai dengan ketentuan seharusnya dibuat oleh SD masing-masing. Namun sesuai dengan kesepakatan, materi dibuat oleh KKS. UN SMP/MTs kemarin diikuti 4.631 siswa, sedangkan UAS SD/MI diikuti 4.648 murid. (aj-17n) |