logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 08 Juni 2005 PANTURA
Line

Besok Ardi Dibawa ke RS Dr Kariadi

BATANG - Hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter di RSUD Kalisari Batang akhirnya merujuk Ardi Himawan (11) ke RS Dokter Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan.

Itu dilakukan mengingat penyakit yang diderita warga Dusun Dempor Desa Limpung Kecamatan Limpung, Batang itu perlu penanganan kompleks.

Bocah kelas IV SD Limpung 2 itu sudah satu tahun enam bulan tergolek di tempat tidur. Kedua kakinya melengkung tak bia diluruskan. Orang tuanya hanya pasrah meskipun sudah berupaya maksimal.

''Anak itu Senin lalu dibawa ke RSUD Kalisari Batang, kali pertama masuk di IGD, selanjutnya langsung ditangani dokter spesialis syaraf, yaitu dokter Laksamawati SpS,'' ujar Kabid Pelayanan RSUD dokter Debora didampingi Sekretaris Badan RSUD Drs H Ripyono MSi.

Ardi ternyata satu tahun yang lalu telah diperiksa dokter Laksamawati SpS di tempat praktiknya. Namun setelah itu tidak diperiksakan kembali.

Anak tersebut dibawa ke RSUD untuk diperiksakan kembali setelah Camat Limpung Drs Andi Santosa dan Kepala Puskesmas Limpung 1 dokter HM Tri Handoko MKes yang memeriksanya memerintahkan agar Ardi segera dibawa ke RSUD.

Hal itu dilakukan karena kondisi badannya sudah kurus, sedangkan kedua kakinya sudah melengkung tidak bisa diluruskan.

Dokter Debora menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, Ardi perlu dirujuk ke RS Dokter Kariadi Semarang agar ditangani dokter spesialis bedah syaraf. Pertimbangannya, pasien perlu penanganan pemeriksaan dengan alat canggih.

''Karena alat medis yang dimiliki RSUD Kalisari terbatas, pasien (Ardi) harus dirujuk ke Semarang yang sudah mempunyai alat canggih dan penanganannya dilakukan dokter bedah spesialis syaraf. Selain itu, dia juga perlu ditangani dokter spesialis lain dan ahli gizi, mengingat kondisi tubuhnya sudah kurus dan mengering,'' ujar dia.

Bukan Polio

Namun yang jelas dia tidak menderita polio. Anak itu harus mendapat penanganan khusus karena kemungkinan ada kelainan syaraf pusat (di otak).

''Menurut rencana, anak tersebut baru akan diperiksakan ke Semarang, Kamis besok. Pasien itu setelah diperiksa dokter Laksmawati SpS langsung pulang ke rumahnya di Dusun Depor,'' ujar Ripyono.

Seperti diberitakan, Ardi sudah satu tahun enam bulan tak bisa berjalan seperti semula. Kakinya melengkung tak bisa diluruskan. Mulanya Ardi mengaku sakit punggung. Meski sudah dipijatkan, tetap tidak sembuh. Bahkan Ardi merasakan rasa sakitnya pindah ke bagian dada.

Meski demikian, Ardi masih bisa berjalan, namun sudah tertatih-tatih. Kemudian oleh orang tuanya dia diperiksakan ke rumah sakit swasta di Pekalongan. Setelah dirontgen ternyata hasilnya normal. Jantungnya bagus, tidak ada kelainan, tapi ternyata dadanya tetap sakit.

Akhirnya kembali dipijatkan. Karena terus mengeluh dadanya sakit, kemudian orang tuanya kembali membawa Ardi ke dokter spesialis jantung. Berdasarkan pemeriksaan, dokter pun akhirnya menyuruh agar pasien diperiksakan ke dokter spesialis syaraf. Selanjutnya hasil dari dokter syaraf itu disarankan untuk diperiksakan ke RS Dokter Kariadi Semarang.

Namun karena tidak ada biaya, kembali si Ardi dipijatkan terus. Kini Ardi hanya bisa terbaring di tepat tidur. Hari-harinya dilalui dengan menonton televisi atau bermain play station (PS).

Kalau sudah jenuh bermain, dia meminta keluar. Caranya dengan mengangkat tempat tidur kemudian diletakkan di halaman rumah.

''Kami tidak mampu membiyai perawatan, padahal dia ingin lekas sembuh dan bisa sekolah kembali,'' ujar ibunya, Kunarsih (36), dan ayahnya, Slamet Agus (40), yang bekerja sebagai sopir. (ar-19n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA