| Rabu, 08 Juni 2005 | PANTURA |
Tak Kunjung Sembuh Terpaksa Putus SekolahKEINGINAN Ashri Lala Aprilia (17), warga RT 06 RW 05 Kelurahan Mintaragen, Tegal Timur, Kota Tegal untuk mengenyam bangku pendidikan pupus sudah. Dia terpaksa harus putus sekolah saat hendak naik ke kelas dua di sebuah SMK. Ashri kini hanya bisa mengurung diri di rumah karena malu bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Hal itu disebabkan oleh semakin membesarnya penyakit tumor pada pipi kirinya yang diderita sejak kelas lima SD itu. Sementara itu pihak keluarga tidak mampu lagi untuk membiayai pengobatan penyakit tersebut. ''Kami hampir putus asa, sebab sudah dioperasi dua kali namun tumornya terus saja membesar. Saya tidak tahu harus berbuat apalagi,'' kata Ny Darminah (35), orang tua Ashri ketika ditemui di rumahnya, kemarin. Menurut dia, putrinya terpaksa memutuskan untuk keluar sekolah ketika akan naik kelas dua SMK. ''Padahal, kalau melihat kemampuannya dia termasuk siswa berprestasi. Dari hasil rapor terakhir, dia menduduki peringkat dua di kelasnya. Selain itu dia juga sering memperoleh kejuaraan dalam seni baca Alquran.'' Dia menceritakan, upaya untuk menyembuhkan penyakit yang diderita putrinya telah dilakukan tiga kali. Dengan bantuan kartu JPS kesehatan, Ashri pernah diperiksakan di RSUD Kardinah ketika duduk di kelas dua SMP. ''Hasilnya juga nol, bahkan pipi kirinya terus membesar. Saya pusing sudah keluar uang banyak, tapi tak juga sembuh.'' Menderita Kista Pengobatan terakhir, lanjut dia, juga dilakukan di RSUD Kardinah. Dokter menyimpulkan Ashri menderita penyakit kista (sejenis tumor yang berisi cairan). ''Setelah dilakukan operasi terakhir juga tidak mengalami perubahan yang berarti. Sampai anak saya trauma dengan operasi, karena sudah dilakukan tiga kali. akhir-akhir ini malah sering mengalami pendarahan pada hidungnya,'' keluhnya. Kondisi anaknya tersebut membuat Darminah dan suaminya, Sudibyo bingung. Apalagi kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan tidak mampu lagi untuk membiayai pengobatan. ''Ayahnya hanya kerja serabutan sebagai tukang las. Sekarang saja dia menganggur, sedangkan saya sendiri hanya buka warung kecil-kecilan. Mudah-mudahan ada pihak yang mau membantu penyembuhan anak saya,'' harapnya.(Dwi Ariadi-19d) |