| Rabu, 08 Juni 2005 | PANTURA |
Tim Sukses Akan Kawal sampai Lima TahunMESKI calon pasangan dokter Mohammad Basyir-Abu Almafachir hampir dapat dipastikan menang dalam Pilkada Kota Pekalongan, bukan berarti tugas tim sukses harus dibubarkan. ''Kita masih akan mengawasi dan mengamankan hasil pilkada di TPS hingga PPS, PPK, dan KPUD. Jangan sampai suara rakyat itu hilang di tengah jalan,'' kata M Bowo Leksono SH, Ketua Tim Basyir-Mafachir. Ditemui Suara Merdeka di rumah calon wali kota itu, Bowo menegaskan tugas tim yang dipimpinnya tidak sama dengan tim kampanye atau tim sukses lainnya. Biasanya, tim sukses atau tim kampanye akan selesai tugasnya begitu pilkada usai. ''Bagi kami tugas tim tidak hanya berhenti di sini. Setelah selesai penghitungan suara dan ditetapkannya KPUD, tidak akan dibubarkan, tetapi akan berlanjut sampai lima tahun ke depan sesuai dengan masa kerja wali kota. Ini sesuai dengan kesepakatan sejak didirikan,'' paparnya. Tugasnya, menurut Bowo, untuk mengawal wali kota dan wakil wali kota yang telah diperjuangkan. Dalam arti bukan minta materi, melainkan akan mengawasi keduanya dalam menjalankan tugas lima tahun ke depan. ''Kalau dalam perjalanan wali kota menyimpang dari program yang direncanakan, akan diingatkan agar berjalan sesuai dengan rel yang benar,'' katanya. 200 Orang Berapa jumlah anggota tim itu? Menurut dia, sekitar 200 orang mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan sampai kota. ''Kalaupun kemarin dibentuk tim kampanye yang berjumlah 40 orang dan disampaikan ke KPUD, sebenarnya hanya merupakan bagian dari tim.'' Namun, sebelum Basyir-Mafachir dilantik menjadi kepala daerah, tim tetap akan melaksanakan tugasnya sampai pasangan terpilih itu benar-benar menjadi pimpinan. Mengenai kesibukan calonnya sekarang, dia mengaku kini banyak tamu berdatangan di rumah Basyir. Bahkan bunga ucapan selamat pun ikut dikirim ke rumah, sehingga dokter swasta tersebut kebingungan meletakkan, mengingat secara formal penghitungan dari KPUD belum selesai. Karena itu untuk mencegah makin banyaknya kiriman bunga, bunga-bunga tersebut disimpan di bagian belakang, sehingga tidak menjadi pandangan masyarakat umum yang lewat di depan rumahnya.(Trias Purwadi-19s) |