logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 08 Juni 2005 OLAHRAGA
Line

Roberto Kwateh Jadi Tumpuan

JAKARTA - Roberto Kwateh akan menjadi tumpuan bagi Persibat Batang pada pertandingan lawan Persikad Depok sore ini di Stadion Depok. Pemain asal Kamerun ini akan dijadikan stiker tunggal oleh Suharno.

"Kami akan memperkuat lini tengah. Polanya adalah hanya memainkan seorang striker. Itu terpaksa kami lakukan karena sampai sekarang izin bermain Rahmadani dari PSSI belum turun. Antisipasinya ya menurunkan Kwateh saja," kata Suharno ketika ditemui di Hotel Bumi Wiyata Depok, semalam.

Menurut dia, pihaknya tetap menunggu izin dari PSSI untuk Rahmadani hingga siang ini. Harapannya mantan peman Perak FC Malaysia tersebut bisa diturunkan sore ini.

"Kami punya beberapa strategi yang bisa dipilih. Salah satunya kalau Rahmadani bisa main. Kalau tidak, sudah ada strategi lain. Para pemain sudah kami kondisikan untuk memainkan semua strategi tersebut," tutur pelatih yang pernah menangani beberapa tim Divisi Utama itu.

Suharno menyatakan, sikap fair play dari semua pihak sangat dibutuhkan pada pertandingan Persibat lawan Persikad sore ini. Salah satunya adalah dari pimpinan pertandingan dan pendukung tuan rumah.

"Saya berharap pertandingan berjalan normal. Pertandingan bisa berjalan bagus kalau semua komponen melakukan tugasnya dengan baik. Kami berharap tidak ada faktor teknis yang merugikan tim tamu dan menguntungkan tim tuan rumah," kata Suharno diplomatis.

Dia tidak akan menerapkan jebakan off-side. Soalnya, jebakan off-side tidak akan bermanfaat dan bahkan bisa berakibat fatal bila tidak didukung oleh faktor hakim garis dan pimpinan pertandingan yang tegas dan adil.

"Saya sebenarnya tidak takut menerapkan jebakan off-side. Tapi rasanya lebih efektif kalau tetap memainkan irama menyerang. Kami main di kandang lawan. Lebih bagus kalau tetap menekan," ujar pelatih yang sedang melakukan negosiasi dengan pemain asal Chile dan Argentina.

Motivasi

Roberto Kwateh dan kawan-kawan, ungkapnya, harus menjadikan kemenangan 2-1 di kandang sendiri atas Persikad sebagai motivasi. Tidak boleh ada rasa takut untuk berhadapan dengan Ispriyanto dkk.

"Semoga Persibat tidak sambat seperti PSIM saat main di Depok. Sekali lagi, yang kami pikirkan adalah faktor nonteknis. Kalau anak-anak secara teknis sudah siap. Pemain tidak ada yang cedera. Mereka siap menjalankan tugas di lapangan," ungkap mantan pelatih Deltras Sidoarjo itu.

Suharno juga mengeluhkan jarak bangku ofisial yang terlalu dekat dengan penonton. Hal ini sangat riskan. Terlebih pendukung tuan rumah selama ini dikenal fanatik dan belum "terdidik" untuk bersikap fair play.

"Saya senang lapangannya lebih bagus dibanding Stadion Tugu. Saya akan memaksimalkan faktor lapangan untuk mengembangkan permainan. Kami ingin meraih angka di Depok," tuturnya.

Risdianto yang menukangi Persikad Depok tidak ingin kehilangan nilai di kandang sendiri. Persibat merupakan tim yang perlu diwaspadai.

"Kami akan main normal. Targetnya membalas kekalahan di Batang. Kami akan bermain habis-habisan. Kami juga akan memanfaatkan faktor mental pemain Persibat yang baru kalah 1-4 dari Persitara pada hari Minggu lalu," ungkap mantan pemain nasional angkatan Sucipto Suntoro itu.

Dia menambahkan, kekalahan 1-2 dari Persija pada Piala Indonesia juga akan menjadikan mental bertanding anak didiknya mengalami peningkatan. Tim Macan Kemayoran adalah salah satu tim terkuat Divisi Utama. Karena itu, kekalahan tipis membuktikan Persikad sebagai tim yang mumpuni, dan bisa mengalahkan Persibat Batang. (D3,wgm-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA