logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 08 Juni 2005 OLAHRAGA
Line

Petenis Diajak Kembali ke Jateng

SEMARANG- Pengda Pelti Jateng sudah mencanagkan program terobosan untuk mengajak kembali petenis-petenis yang kini berada di daerah lain. Dengan langkah tersebut diharapkan mereka sudah bisa memperkuat Jateng, pada PON XVII Kaltim 2008.

''Program Pelti sampai akhir tahun 2006 adalah akan mengoptimalkan pemain-pemain yang ada. Program yang lain, merupakan program terobosan untuk mengembalikan petenis-petenis Jateng, yang sudah mendapat persetujuan dari gubernur,'' jelas Ketua Pengda Pelti Jateng Drs Tjipto Hartono, siang kemarin.

Seperti yang terlihat pada PON XVI Palembang, dua medali emas dari nomor tunggal dan ganda putra, yang direbut oleh DKI atas nama Febi Widiyanto, dan Hendri Susilo keduanya pemain Jateng asal Salatiga dan Solo.

Demikian halnya, medali emas dari nomor tunggal putri dari Kontingen Jabar, juga dipersembahkan oleh pemain Jateng, Liza Andriyani dari Kota Tegal.

Kemudian, masih ada nama Wukirasih Sawondari dari Purwokerto dan Eny Sulistyowati pemain asal Purwokerto dan Klaten, yang kini sudah menetap di DKI dan Kaltim.

Termasuk Sunu Wahyu Trijati, pemain muda yang penuh bakat asal Solo, yang kini masuk Pelatnas Indonesia Bangkit (PIB), juga pindah ke DKI, disusul oleh Maya Rosa yang kini sudah menetap di Bogor.

''Tidak gampang melakukan program ini, perlu pendekatan kepada pelatih, pengda setempat dan atletnya sendiri. Saat di Palembang (PON XVI, Red.) orang tuanya sudah kami dekati, mereka sepakat kalau putra- putrinya kembali lagi ke Jateng,'' tandasnya.

Tiga Medali Emas

Dijelaskan, hasil Rakerda Pelti Sabtu lalu, program terobosan juga sudah disosialisasikan kepada Pengcab-pengcab, termasuk Pra-Porda yang akan berlangsung di lima karesidenan. Pengcab-pengcab, katanya, juga sudah merencanakan untuk menarik petenis-petenis yang sudah terlanjur menyebar di berbagai daerah tersebut.

Seperti rencana Pengcab Pelti Salatiga akan menarik Febi Widiyanto dari DKI, Purwokerto akan menarik Wukirasih juga dari DKI, kemudian Kota Tegal akan menarik petenis kakak beradik Sulistyo Wibowo dan Liza Andriyani dari Jabar.

''Pengcab-pengcab yang akan menarik atletnya sudah kami sarankan supaya disertai dengan surat pindah dari tempat asalnya,'' kata Kepala Bakorwil III Jateng, Wilayah Purwokerto dan Pekalongan itu.

Sementara itu, Kabid Pembinaan Pelti Jateng Drs Tri Nurharsono, mengakui jika program ini berhasil, sedikitnya dari cabang tenis bisa merebut tiga dari tujuh medali emas yang diperebutkan di PON XVII Kaltim.

Tetapi untuk merealisasikan, katanya, tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena perlu waktu, biaya tinggi dan pendekatan dengan berbagai pihak, termasuk pendekatan kepada pelatihnya.

''Dari yunior sampai mereka berprestasi di tingkat nasional, tidak lepas dari peran pelatih, sehingga pelatihnya harus dilibatkan,'' akunya.

Program ini, hanya berlaku sampai akhir tahun 2006 saja, kerena setelah itu program terobosan ini sudah tidak berlaku, akibat peraturan perpindahan atlet setidak dua tahun sebelum PON dimulai. (C16-28)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA