| Rabu, 08 Juni 2005 | MURIA |
Bantaran Sungai DinormalisasikanKUDUS- Sejumlah tanaman liar yang tumbuh di bantaran Sungai Wulan sepanjang 2,5 km dan melintas di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kudus, baru-baru ini dinormalisasikan. Sejumlah warga dibantu jajaran Kodim 0722, Polsek, dan para pelajar, terlihat melakukan penebangan tanaman liar pada kawasan yang memang tidak diperbolehkan digunakan bercocok tanam itu. Kegiatan normalisasi yang difasilitasi oleh pihak Kodim 0772 tersebut melibatkan 100 personel TNI dan 35 anggota kepolisian, serta 100 warga yang terdiri atas para pelajar dan masyarakat setempat. Selain normalisasi fungsi bantaran sungai, kegiatan tersebut juga meliputi pembersihan makam, masjid, sekolah setempat, gedung Sholawat Amukti Barokahing Gusti milik pengurus Torekoh Cabang Kudus, dan shalat Jumat bersama warga desa sekitar. Menurut Dandim Letkol Inf Priyo Jatmiko, kerja bakti tersebut ke depan akan menjadi agenda rutin dan direncanakan ditingkatkan menjadi karya bakti. ''Dengan karya bakti maka kegiatan dilaksanakan lebih dari sehari. Jadi pekerjaan terselesaikan lebih tuntas,'' ungkapnya. Kades Undaan Lor, Suharto memastikan pihaknya mengadakan sosialisasi terkait dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut. Artinya, kepada warga sebelumnya telah dilakukan penjelasan bahwa kawasan di sepanjang bantaran sungai tersebut, memang harus bersih dari tanaman liar. ''Masalahnya, sejumlah warga juga menanam tanaman di bantaran sungai itu. Namun, mereka akhirnya mengerti dan memaklumi hal itu,'' ujarnya. Sejauh ini, kata Suharto, pihaknya cukup kesulitan untuk melakukan kegiatan normalisasi bantaran sungai. Sebagian tanaman yang ada memang sengaja ditanam oleh penduduk, sehingga hal tersebut dapat menimbulkan konflik jika dibersihkan. Dengan adanya aparat yang ikut serta, menurutnya, dapat meminimalisasi terjadinya konflik. (H8,tik-15s) |