logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 08 Juni 2005 MURIA
Line

Pabrik Roti Terbakar

REMBANG - Pabrik roti Veronika yang terletak di salah satu rumah di RT 4 RW 7 Perumahan Sumber Mukti Kecamatan Rembang terbakar sekitar pukul 01.30, Selasa dini hari kemarin. Api menghanguskan sebagian besar ruangan yang juga menjadi rumah bagi pemiliknya, Budi Santoso. Diduga api berasal dari hubungan pendek arus listrik yang terjadi di atas eternit.

Ketua RT 4 RW 7 Drs Prapto Raharjo menuturkan, saat kejadian, pemilik tidak berada di rumah. Konon pemilik pabrik roti itu sedang berada di Tayu, Pati untuk menghadiri acara keluarga. Prapto mengatakan, kebakaran tersebut diketahui pertama kali oleh Hendi, tetangga korban yang tinggal di belakang pabrik roti itu.

Hendi menuturkan, pada sekitar pukul 01.30 dini hari dia mendengar suara yang tidak wajar di belakang rumah. Beberapa saat kemudian dia yang kebetulan memiliki rumah tepat di belakang pabrik roti tersebut memeriksa belakang rumahnya. Ternyata, bunyi yang tak wajar itu adalah bunyi api yang sedang membakar atap pabrik tersebut. ''Saya langsung teriak-teriak ada kebakaran dan meminta bantuan kepada warga sekitar,'' tuturnya.

Beberapa warga yang mendengarkan teriakannya langsung keluar rumah dengan membawa ember dan air untuk membantu memadamkan api. Beberapa warga juga nekat mendobrak rumah korban dengan menjebol jendela dan garasi untuk mengambil tabung-tabung gas dan beberapa peralatan pembuat roti di dipabrik tersebut.

Sejumlah barang seperti sepeda motor dan peralatan rumah tangga juga sempat diselamatkan warga. Hanya bahan-bahan roti yang tersimpan di salah satu ruangan yang tidak sempat diselamatkan karena api sudah menjalar besar di ruangan tersebut.

Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Rembang yang dihubungi warga langsung datang ke lokasi beberapa menit kemudian. Dengan mengerahkan dua unit mobil tangki, api akhirnya dapat dijinakkan pada sekitar pukul 02.15.

Budi Santoso, pemilik rumah dan pabrik tersebut, ketika ditemui terpisah menuturkan, kerugian yang dialaminya mencapai lebih dari Rp 15 juta. Kerugian tersebut menurutnya baru dihitung dari jumlah bahan roti yang ikut terbakar. ''Kemungkinan kerugiannya bisa juga lebih karena saya baru mengecek bahan-bahan roti saja. Saya belum mengecek barang-barang lainnya yang turut terbakar,'' katanya pasrah. (moe-15n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA