logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 08 Juni 2005 MURIA
Line

Serangan Wereng Ancam Pati

PATI- Dari luas seluruh areal tanaman padi petani musim tanam (MT) II yang mencapai 40.000 ha, 10.925 ha di antaranya kini terancam serangan hama wereng. Akibatnya, besar kemungkinan terjadinya gagal panen tak bisa dihindari.

Yang Menjalankan Tugas (YMT) Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Pati Ir Pudjo Winarno, ketika ditanya sehubungan hal tersebut, Selasa (7/6) kemarin, membenarkan. Serangan hama itu, katanya, semula mengancam tanaman padi para petani di 15 kecamatan.

Namun, kini ancaman serangan hama itu berkurang. Sebab, sudah ada tanaman padi di satu wilayah kecamatan yang dipanen. Adapun hama tersebut sudah menyerang tanaman padi seluas 2.731 ha, tetapi yang benar-benar mengalami puso 152 ha.

Selain serangan hama wereng, tanaman padi MT II juga ada yang mengalami kekeringan seluas 4.381. Karena itu, pihaknya telah membahas masalah tersebut bersama Komisi B DPRD, untuk menentukan langkah penanggulangan dan mengantisipasi pelaksanaan MT III yang kini mulai dipersiapkan.

Paling tidak, pada MT mendatang terdapat delapan wilayah kecamatan, di mana para petani akan tetap menanam padi. Padahal, saat ini sudah memasuki musim kemarau, meskipun kadang-kadang masih disertai turun hujan. Karena itu, hal tersebut perlu diantisipasi sejak dini.

Untuk kecamatan yang dimaksud, yakni Pati, Sukolilo, Gabus, Margorejo, Trangkil, Margoyoso, Wedarijaksa, dan Kecamatan Tayu. ''Berkaitan dengan hal itu, Kamis (9/6) kami akan mengumpulkan para mantri tani, PPL, dan petugas posko pengendalian serangan hama,'' ujarnya.

Mencermati

Dalam kesempatan tersebut, kata Pudjo Winarno, akan dicermati soal kemungkinan masih terjadinya serangan hama wereng. Jika kemungkinan itu masih bisa terjadi, alternatif yang harus ditempuh yaitu menganjurkan dan meminta para petani di wilayah kecamatan tersebut agar tidak menanam padi.

Dengan demikian, pada MT III untuk jenis tanaman itu harus diganti dengan palawija. Selain mengurangi tingkat kejenuhan struktur tanah, hal tersebut memang untuk memutus berkembangnya hama wereng, sekaligus memperbaiki unsur hara.

Sebab, lahan yang terus-menerus ditanami dengan satu jenis tanaman, harus membutuhkan penanganan dan perlakuan secara khusus.

Apalagi, untuk tanaman padi tak bisa terlepas dari kebutuhan akan pupuk. Jika selama ini petani selalu menggunakan pupuk nonorganik, perlu diselingi dengan pemakaian pupuk organik.

Demikian pula untuk pemakaian obat-obat pembasmi hama, harus terkendali. Alternatif lain, yaitu mengganti bibit padi dengan jenis unggul yang berumur pendek. (ad-15s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA