| Rabu, 08 Juni 2005 | INTERNASIONAL |
Lintas JagatListrik Padam, 4 Tewas KepanasanDHAKA - Gara-gara otoritas Bangladesh memadamkan listrik, suhu ruangan di sebuah kamp pengungsi di Dhaka melonjak. Dampaknya, empat penghuni kamp itu meninggal karena kepanasan dan banyak lainnya jatuh sakit. Ratusan muslim dari etnis Urdu berpuasa selama listrik mati, Selasa kemarin. Mereka adalah warga Pakistan yang telah 34 tahun terdampar di Bangladesh dan menunggu dipulangkan ke negeri asal. Kementerian Kelistrikan mengatakan, kamp pengungsi itu menunggak tagihan listrik selama bertahun-tahun. Itulah sebabnya otoritas setempat memutus aliran listrik ke tempat tersebut. ''Kami bagai dipanggang di dalam pondok-pondok ketika listrik dipadamkan saat musim panas seperti ini,'' kata Nasim Khan, pemimpin komunitas pengungsi Pakistan itu. ''Empat rekan kami meninggal selama tiga hari terakhir akibat kepanasan. Banyak pria, wanita, dan anak-anak jatuh sakit.'' Sejak bekas Pakistan Timur itu menjadi negara Bangladesh merdeka pada Desember 1971 setelah perang selama sembilan tahun, sekitar 250.000 muslim Pakistan berbahasa Urdu hidup di 66 kamp pengungsi di Dhaka dan daerah lainnya. Pengungsi Pakistan itu juga dikenal dengan kaum Bihari. Sebab, mereka hijrah dari Negara Bagian Bihar (India) setelah lepas dari penjajahan Inggris pada 1947. Khan mengatakan, pihak-pihak berwenang juga mengancam akan menghentikan pasokan air bersih ke kamp itu. Sebelumnya, otoritas Bangladesh telah menghentikan jatah makan dan memutus aliran listrik. ''Kami diperlakukan secara tidak manusiawi dan didorong menuju kematian,'' kata Khan. Polisi memblokade aksi pawai ribuan kaum Bihar yang bergerak menuju kantor Perdana Menteri, Sabtu lalu. Sejak itu, mereka mengepung jalan-jalan di kamp-kamp pengungsi di Dhaka untuk mencegah aksi protes tersebut meluas.(rtr-ben-25) Wapres Suriah Nyatakan Lengser DAMASKUS - Wakil Presiden Suriah Abdel Halim Khaddam, Senin lalu, menyampaikan niatnya mengundurkan diri untuk membuka jalan bagi politikus muda. Khaddam telah berada di lingkaran dalam kekuasaan Damaskus selama 40 tahun terakhir. Dia salah satu pejabat Suriah yang sangat berpengaruh. Dia telah lama bekerja sama dengan Presiden Bashar Assad dan dengan mendiang ayahnya, Hafez Assad. Pengunduran diri Khaddam bersamaan dengan Partai Baath bersiap-siap merombak jajaran kepengurusan organisasi itu. ''Dia menyatakan niatnya untuk mengundurkan diri dalam rapat Komite Politik partai. Dia mengatakan akan segera mengajukan surat pengunduran diri,'' kata Ahmad al-Haj Ali, fungsionaris Baath. Khaddam mengatakan, pengumuman pengunduran dirinya mengejutkan banyak pihak. ''Dia memberikan alasan yang sangat pribadi, yaitu kesehatan. Namun dia mengatakan akan tetap setia pada partai,'' tambah Ali. Khaddam berusia 72 tahun. Dia salah satu dari dua Wapres Suriah yang pernah menjabat menteri luar negri. ''Dia mengatakan ingin memberikan peluang bagi generasi muda,'' kata sumber Baath, yang tidak mau disebutkan namanya. Presiden Assad mengatakan pada hari pertama kongres Partai Baath bahwa Suriah tidak berada di bawah tekanan asing untuk melakukan reformasi. Dia mengatakan bahwa dia lebih mengutamakan perbaikan ekonomi dan pemberantasan korupsi. ''Perbaikan ekonomi adalah yang paling utama bagi kita. Demikian pulang, pemberantasan korupsi,'' kata Assad. Dia menyerukan agar semua perbaikan itu dilakukan dengan mekanisme yang lebih ketat.(ben-ant-25) |