logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 07 Juni 2005 WACANA
Line

Surat Pembaca

Tanggapan Astra Honda

Menanggapi Surat Pembaca 2 Juni 2005 dari Bpk Suntono, Jl Yos Sudarso 22 Rembang, disampaikan pada tanggal 3 Juni 2005 mekanik AHASS kami PT Langgeng Jati Utomo telah menyelesaikan dengan baik keluhan motor Honda Bpk .

Jaringan AHASS kami siap melayani perawatan/perbaikan. Garansi sesuai ketentuan yang tercantum dalam buku servis tetap berlaku bila pemiliknya melakukan servis di bengkel AHASS secara teratur. Klaim dapat dikonsultasikan/diajukan melalui AHASS yang ACS (Authorized Claim Shop) di mana saja.

Bila pelayanan jaringan kami kurang memuaskan dan ada masukan berkaitan dengan motor Honda, mohon hubungi Holimen (Honda Peduli Konsumen) 0800 11 27872 (bebas pulsa) atau 024 760 2887 pada jam kerja.

Yohanes Sancahyohadi

HC3 Head - AI Honda Semarag

***

Angkatan 60-an SMPN 3 Mencari Kawan Lama

Alumni SMP Negeri 3 Semarang angkatan 1960-1967, mencari teman sekelas untuk bersama menghadiri Reuni Akbar yang digelar tanggal 19 Juni 2005. Nama-nama alumnus 'sepuh' yang mencari kawan lama tersebut di antaranya Rayani Muharso (angkatan 1960), Suwignyo (1962), Mince Minarti (1964), Tri Munarti & Herawati (1965), Bambang Husodo (1966), Untung Widodo (1967).

Bagi alumni sekolah tersebut atau yang mengetahui keberadaan alumnus 'sepuh' (angkatan 1960-1967) tersebut mohon hubungi Emiliana di 08562670114.

Ari Wibowo (Panitia Reuni)

***

Menyerobot Parkir

Saya sekeluarga mengalami kejadian yang tidak mengenakkan di Grand Mall Solo pada tanggal 29 Mei 2005. Karena tempat parkirnya penuh maka saya keluar dan akan parkir di di seberang jalan. Saat itu ada mobil akan keluar dan tukang parkir menyuruh saya menepi.

Setelah mobil tersebut keluar, tiba-tiba ada mobil Krista berwarna biru tua AD 7827 BE menyerobot masuk ke tempat parkir dari arah kanan saya, tepatnya pukul 10.45 WIB. Saya protes kepada tukang parkir karena sudah menunggu lama. Tukang parkir tidak berani menegur dengan alasan sepertinya milik pejabat.

Saya tetap tidak terima apalagi setelah pengendara turun bukannya minta maaf namun malah mengatakan usai menurunkan penumpang di depan Grand Mall, sehingga dia yang berhak parkir di situ tanpa menunggu dan antre.

Saya katakan, dia telah mengambil tempat parkir saya, tetapi rupanya dia tetap tidak peduli. Malah dia menghampiri mobil saya dan membuka pintu penumpang di mana saya ada di situ hingga buru-buru pintu saya kunci. Nampaknya dia akan melakukan kekerasan. Ayah saya mengatakan negara ini punya aturan, namun dengan lantang dia mengatakan: "Saya tidak ikut aturan". Kemudian dia menyeberangi jalan.

Akhirnya kami semua memutuskan tidak jadi ke Grand Mall. Untuk pengendara Krista AD 7827 BE tersebut bagaimana rasanya seandainya Ada berada pada posisi saya yang tiba-tiba diserobot orang. Percayalah jika Anda tetap arogan suatu saat akan merasakan akibatnya. Ingat, di atas langit masih ada langit.

Maria Indriana

Jl Sido Drajat I/33 Semarang

***

Sekolah demi Hidup

Non scholae sed vita dischimus, tidak demi sekolah anak belajar tapi demi hidup. Sekolah terutama SMA sering dibayangkan sebagai sekolah tinggi tempat cerdik pandai menimba ilmu, kenyataannya lulus dari SMA jangankan jadi pegawai negeri, dapat kerja di pabrik saja susahnya minta ampun.

Kurikulum SMA terkesan mengambang, belum menyentuh kebutuhan dan belum siap mendidik siswanya untuk bisa bekerja dan berkarya di tengah masyarakat. Tengok saja pelajaran bahasa Inggris yang terlalu teoritis hampir tidak memacu siswanya untuk aktif berbicara/conversation dalam bahasa internasional itu.

Jika hanya mengandalkan pelajaran di sekolah tanpa les tambahan, mungkin pedagang asongan di Bali yang hanya lulus SMP masih lebih lancar cas cis cus speaking english dibanding lulusan SMA.

Pelajaran ekonomi akan lebih menarik jika para guru kreatif memasukkan cerita sukses para pengusaha dibanding teori tentang obligasi dan saham yang tak pernah mereka lihat seumur hidup.

Kisah kegigihan Ray Kroc merintis Mc Donalds hingga go international atau pahit getir bekas preman silang Monas bersama Sujak yang hanya lulus SMP hingga menjadi bos bengkel mobil di Batam seharusnya masuk kurikulum pengajaran di sekolah agar murid termotivasi berwirausaha.

Ekstra kurikuler selama ini identik dengan olahraga dan pramuka. Praktisi pendidikan seharusnya membantu muridnya "mempersiapkan hidup nyata" dengan memperkenalkan bidang pekerjaan seperti beternak, bertani, potong rambut, elektronik dan bengkel menjadi salah satu kegiatan ekstra kurikuler.

Ciptakan pemahaman semua pekerjaan halal jika ditekuni akan berhasil, jangan hanya mengindoktrinasi siswa jadi PNS.

Aryo Widiyanto

Jl Sri Agung 234 Cepiring Kendal

***

Saran untuk Petugas Jaga Wana Perhutani

Wahai Perhutani (petugas jaga wana)

Bukankah engkau telah diberi mandat

Dan engkau telah mengantongi izin

Untuk menjagaku dan melindungiku

Kenapa engkau bagai patung

Yang tak bisa bergerak

Dan bagai macan yang lumpuh

Kehilangan gigi taring serta

Kukunya yang tajam lepas dari tanganmu

Wahai petugas jaga wana yang gagah

Lindungi aku dari mereka

Tangan-tangan serakah dan jahil

Jangan kau biarkan aku hancur

Luluh lantak, gundul bagai kepala yang botak

Hingga tanahku jadi gersang

Tandus kering kerontang

Panas rasanya bumi ini untuk dipijak

Daun-daun hijau yang dulu

Menghiasi jatuh berserakan di atas bumiku

Hutan jati dan pinus yang dulu tegak

Berdiri penuh kelembutan dan kedamaian

Kini tinggal cerita hampa

Bukankah Anda dibayar untuk melindungi dan menjagaku biar lestari dan sejuk tanpa ada kelongsoran, apakah engkau takut pada para penjarah hutan? Mungkinkah 25 tahun yang akan datang akan masih gundul seperti ini. Tolong aku... Tolong lindungi aku.

Cobalah adakan pendekatan pada penduduk di sekitar Gunung Jembangan, Gunung Slaka, Gercabe Pesuruhan, Kalikulu, Gunung Sangga Wedi Kalikele. Sekali-kali lewat kesadaran batin dengan mengadakan pengajian biar mereka tersentuh hati, tidak lagi merusak hutan dengan semena-mena.

Jangan segan-segan di mana pun ada kayu kehutanan tergeletak seperti pinus/jati, ambil dan tangkap penebangnya. Damaikan di desa beri sanksi yang berat biar jera. Semoga unek-unek ini jadi bahan pertimbangan Perhutani Wilayah Banyumas.

Yanto

Tipar Rt 2/ Rw 3 Rawalo, Banyumas

***

Prestasi PSIS

Saya ucapkan selamat kepada PSIS Semarang yang lebih mantap dan enjoy dalam bermain. Saya pendukung dari Juwana selalu mengikuti pengembangan kesebelasan ini. Demikian juga kedisiplinan antarpemain dalam menjaga daerah pertahanan sudah semakin solid.

Para pemain dapat menguasai emosi, irama permainan yang sudah matang. Kadang pemain sering lengah kalau sudah unggul. Semoga hal yang sudah serasi dipertahankan, demikian juga yang belum lengkap perlu dilengkapi. Semoga PSIS tetap jaya dan tetap berprestasi.

Anas Noor Ikhsan

Bajomulyo Rt 2/Rw 1 Juwana, Pati


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA