logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Juni 2005 PANTURA
Line

Tenun Sutra Nanas Tarik Perhatian Pengunjung

PAMERAN besar produk unggulan ekspor yang digelar di Jakarta Convention Center empat hari lalu, sebagai bukti bahwa produk unggulan di Pemalang tidak kalah menarik dengan daerah lain. Dari kelima produk yang diikutkan dalam pameran itu, kain batik sutra nanas yang paling memesona pengunjung.

Kain yang dibuat dari serat sutra dan daun nanas itu memang memiliki keunggulan tersendiri. Selain teksturnya berbeda dari kain biasa, warna dan corak gambarnya sangat menarik , terutama adalah kaum wanita. Hal tersebut terbukti, tatkala dipamerkan di Jakarta pada 25-29 Mei lalu.

Bahkan pengunjung yang datang ke stan Pemalang termasuk para turis asing dan seorang bintang film terkenal Kiki Fatmala, menyatakan sangat kagum dengan kain jenis itu.

Selama pameran, kain sutra nanas yang terjual di stan mencapai nilai Rp 30.917.500. Adapun yang membeli lewat pesanan senilai Rp 15.249.500.

Kepala Kantor Diperindag Kop Ir Syahroni mengatakan, pembeli dan pemesan kain sutra nanas umumnya para desainer. Mereka membeli untuk dibuat busana muslim wanita dan pria. Setelah jadi busana muslim, mereka memasarkannya ke negara Brunai dan Malaysia.

''Jadi pemasaran kain sutra ke luar negeri sudah berupa busana muslim, bukan berupa kain. Namun hal itu menunjukkan bahwa hasil kerajinan masyarakat Pemalang mampu bersaing dan digemari pengunjung pameran di Jakarta,'' katanya, kemarin.

Produk Unggulan

Selain kain sutra, dipamerkan pula produk unggulan Pemalang lainnya. Yaitu tas dan dompet kulit ular, sapu glagah, pakaian jadi, dan sarung kembang.

Dari kelima produk itu memang kain sutra yang penampilannya bergengsi saat berkiprah di Jakarta.

Hal itu terbukti dari nilai penjualan kelima produk tersebut, yang tertinggi adalah kain sutra. Untuk produk tas dan dompet kulit ular terjual di stan senilai Rp 537.000, sedangkan pesanan tidak ada.

Sapu glagah terjual senilai Rp 350.000, pakaian jadi Rp 725.000, dan sarung kembang Rp 275.000.

Jika dibandingkan dengan peserta pameran lain, apa yang diperoleh dari stan Pemalang itu memang belum menoreh prestasi yang patut dibanggakan.

Namun, paling tidak hal itu sudah menunjukkan bahwa produk Pemalang layak dijual. Hanya, masih perlu inovasi dan perbaikan-perbaikan.

Selain itu, hasil pameran memberikan motivasi baru dalam mengembangkan industri dan kerajinan yang ada di Pemalang. Misalnya kain sutra nanas, kini perajinnya masih bisa dihitung dengan jari.

Untuk produk sarung kembang di Pemalang terdapat 214 unit usaha, sapu glagah 282 unit usaha, dan kerajinan kulit ular 15 unit usaha.

Di samping kelima produk tersebut, Pemalang juga menampilkan hasil produk lainnya.

Yaitu minyak atsiri dan nilam, di mana kedua usaha itu kini masih gencar-gencarnya dilakukan oleh masyarakat Pemalang, terutama di daerah bagian atas. (Saiful Bachri-44s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA