| Senin, 06 Juni 2005 | PANTURA |
Dua SD Korban Lisus Selesai DirehabKAJEN- Dua sekolah dasar yang beberapa waktu lalu rusak parah terkena angin lisus akhirnya selesai direhabilitasi. Siswa yang sebelumnya mengungsi belajar di rumah penduduk, kini memiliki kembali ruang yang lebih nyaman untuk belajar. Dengan bantuan Rp 150 juta dari Pemkab dan dana swadaya masyarakat, warga Desa Klesem, Kandangserang membangun SD 01 Klesem yang jika dikalkulasi menghabiskan biaya Rp 200 juta lebih. Begitu juga dengan SD 02 Sukoharjo, Kandangserang yang beberapa waktu lalu ambruk rata dengan tanah akibat angin lisus. Bupati Drs H Amat Antono saat meresmikan dua SD tersebut, belum lama ini, mengaku bangga dengan kebersamaan dan tingginya semangat gotong royong masyarakat. Terbangunnya sekolah tersebut adalah bukti tingginya semangat gotong royong dan kemampuan berswadaya warga. Simpulan itu juga dibuktikan dengan keberhasilan warga Klesem membangun jaringan pipa air bersih senilai Rp 18 juta. Padahal Pemkab hanya memberikan bantuan dana Rp 12 juta. ''Partisipasi seperti inilah yang harus ditumbuhkan agar pembangunan berjalan lancar,'' ujarnya. Dengan selesainya pembangunan SD tersebut, kata Antono, diharapkan bisa melahirkan siswa yang sehat, cerdas, dan bermoral. Dengan demikian, kelak memajukan bangsa, negara, dan agama. Tinggal di daerah terpencil bukan berarti tidak bisa membangun. ''Walau tinggal di daerah paling ujung selatan, masyarakat Klesem tetap bergairah membangun desanya,'' ujarnya. Selain meresmikan dua SD, Bupati juga berdialog dengan warga. Berbagai permasalahan mengemuka seperti kondisi jalan yang rusak, sehingga menyulitkan pengangkutan beras miskin, kesejahteraan guru, jaringan listrik serta air bersih. (G16-52s) |