| Senin, 06 Juni 2005 | PANTURA |
Pasien Miskin Bawa Hp dan Tolak Menu MakananPEMALANG - Pasien masyarakat miskin (maskin) yang masuk ke RSUD Ashari Pemalang untuk menjalani rawat inap, kini jumlahnya makin banyak. Padahal bangsal yang disediakan untuk mereka jumlahnya terbatas. Karena mereka harus dirawat, terpaksa dimasukkan ke bangsal pasien mampu. Direktur RSUD dokter Brotoseno didampingi Kasi Pelayanan Kesehatan dokter Andi Suryanto mengungkapkan, pasien maskin yang dirawat mencapai 40% dari seluruh pasien yang ada. Jumlah itu melebihi kapasitas daya tampung pasien maskin. ''Akibatnya, pasien maskin ada yang dirawat di kamar pasien mampu. Biasanya kalau bangsal penuh, mereka dipindah ke kamar kelas II dan I,'' katanya, kemarin. Kejadian seperti itu sering terulang sehingga pasien lain yang membayar cemburu. Sebab tempatnya dicampur dengan pasien yang tidak membayar alias gratis. Namun tidak mungkin tetap ditempatkan di bangsal karena tempat tidur yang ada sudah terisi seluruhnya. Pasien juga tidak mungkin ditempatkan di lantai, sebab pihak RSUD pasti dikatakan tidak manusiawi. Perilaku Pasien Yang aneh, di antara pasien masyarakat miskin itu ada yang seolah-olah berasal dari keluarga mampu. Sebab mereka menggunakan telepon genggam dan menolak makan menu yang disajikan. Ada juga yang tidak mau minum, tetapi malah membeli air mineral di luar. Pihak rumah sakit tidak bisa berbuat apa-apa ketika menghadapi ulah pasien maskin itu. Mereka mau disamakan dengan pasien mampu, nyatanya memiliki Kartu Ja-ring Pengaman Sosial (JPS). Namun jika dianggap pasien tidak mampu, nyatanya mampu membeli apa-apa. Melihat kenyataan itu, pihak rumah sakit mengharapkan Dinas Kesehatan, kecamatan, dan desa melakukan seleksi ulang dalam pemberian Kartu JPS. Dengan demikian, penerima kartu itu benar-benar orang yang tepat. Jangan sampai orang mampu diberi Kartu JPS karena kenalan atau keluarganya. Jika terjadi seperti itu, yang dirugikan masyarakat miskin lagi. Untuk mengatasi kekurangan tempat tidur bagi pasien maskin, pihak RSUD akan menambah jumlahnya. Hal itu sudah diusulkan kepada Pemkab. Menurut rencana, pelaksanaan pengadaan tambahan tempat tidur itu menggunakan perubahan APBD 2005. Namun jumlah anggarannya belum bisa disebutkan. Jika anggaran yang diusulkan itu dikabulkan, pihak RSUD tidak hanya menambah tempat tidur, tetapi juga menambah bangunan bangsal di Ruang Garuda, Podang, Merak, dan Kasuari. Keempat ruangan itu statusnya kelas III dan selama ini diperuntukkan bagi pasien maskin.(sf-19m) |