logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Juni 2005 WACANA
Line

Surat Pembaca

Biji Pepaya untuk Cegah Kemandulan

Biji pepaya (carica papaya linn) selama ini selalu dibuang setiap kali kita makan buahnya. Padahal biji pepaya bila dimanfaatkan dan dapat berfungsi menjaga kesehatan reproduksi dan meningkatkan kesuburan pasutri, seperti yang sedang dilakukan penelitian oleh Universitas Udayana Bali.

Sebenarnya banyak tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Sayang masyarakat belum begitu mengerti tentang manfaatnya. Mungkin kita tidak menyadari bahwa kunyit, temulawak dan jati belanda punya fungsi yang mampu menurunkan kadar kolesterol.

Daun jambu biji mampu membangkitkan trombosit bagi pasien demam berdarah. Hasil uji klinis sementara ekstrak daun jambu biji mampu memulihkan pasien demam berdarah dalam tiga hari. Juga daun kepel (stelechocorpus purahol) mampu menurunkan kadar asam urat, yang kini dalam penelitian UGM.

Keuntungannya di samping aman juga tanpa efek samping. Kebetulan saya punya resep ramuan tanaman obat yang berguna bagi pasangan suami-istri yang ingin mendapatkan keturunan. Sudah banyak yang mencoba dan berhasil. Silakan hubungi 081.2283.0798, informasinya gratis.

Hadi Wibowo SE
Jl. Diponegoro V/5 Banyumanik, Semarang

***

Lidah Buaya, Obat Penurun Kolesterol

Selama ini orang mengenal lidah buaya (aloe vera) sebagai obat penyubur rambut dengan cara menggosokkan daging lidah buaya ke rambut. Tapi lidah buaya dapat juga digunakan sebagai obat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Menurut Irni Furnawanthi SP dalam bukunya ''Khasiat & Manfaat Lidah Buaya'', caranya 30 gram lidah buaya dikupas kulitnya dan dijus dengan 3 buah mengkudu yang sudah matang kemudian ditambah air secukupnya dan direbus sampai mendidih. Hasil rebusan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore hari.

Kulit lidah buaya jangan dibuang karena dapat dibuat teh. Caranya kulit dicuci bersih lalu ditiriskan. Kemudian dipotong-potong seperti daun teh lalu dijemur hingga kering atau dioven. Setelah kering daun lidah buaya siap dikonsumsi seperti teh biasa.

Eko Adiputra S
Jl Puspanjolo Tgh IV/10, Semarang

***

Disc Brake Tak Rata

Saya membeli Honda Astrea Supra Fit disc brake di Nusantara Sakti Motor. Selama ini selalu servis rutin di AHASS Kartika Motor, Salatiga walau kilometernya belum tercapai agar garansi dapat berlaku. Sejak dibeli, motor dipakai adik wanita saya dengan rute dari rumah ke kampus saja.

Awal bulan Mei 2005 timbul keluhan, jika rem depan dipakai, lajunya tersendat dan handel remnya juga bisa memantul. Menurut mereka, piringan remnya (disc brake) tidak rata dan harus diganti. Padahal motor tersebut baru menempuh jarak 3800 km dan tidak pernah jatuh.

Namun karena sudah melewati 1 tahun, maka garansi tidak berlaku. Memang saya terlambat mengetahui, karena adik selalu memakai rem belakang. Saya sesalkan, bengkel resmi AHASS Kartika Motor dalam servis rutinnya tidak memeriksa dengan teliti kondisi rem motor.

Menurut Astrea Honda Motor Semarang, memang sejak 2004 komponen piringan rem sudah dibuat di Indonesia, sehingga harganya murah, dari Rp 900 ribuan menjadi Rp 200 ribuan. Apakah motor saya termasuk produk lokal yang gagal? Mohon tanggapan dari produsen.

Mario Setyo H
Jl Cemara IV/44, Salatiga

***

Ingin ke Ponpes

Saya membutuhkan informasi (alamat, cara pendaftaran dan syarat untuk menjadi santri pondok pesantren di Jawa. Di samping mempelajari ilmu agama dan pelajaran formal lain juga mendapat latihan keterampilan praktis yang bisa dipakai untuk mencari nafkah. Yang saya butuhkan, setingkat Tsanawiyah dan Aliyah yang diakui.

Marsina Ariyati
Jl Ngesrep Timur III/69, Semarang

***

Tidak Rendah, Mutu Pendidikan Indonesia

Mutu pendidikan Indonesia tidak rendah. Ini terbukti kita meraih juara Olimpiade Fisika yang diikuti beberapa negara. Prestasi ini menjadi hadiah bagi negara dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional beberapa waktu yang lalu. Tetapi kita harus tetap berusaha, agar mutu pendidikan menjadi lebih baik.

Tahun-tahun sebelumnya, Malaysia dulu belajar dari Indonesia, tetapi sekarang kita malah belajar dari mereka. Tetapi kita harus semangat, harus bisa mengejar ketinggalan. Kita harus bisa membenahi antara lain adanya sarana dan prasarana yang cukup atau memadai, punya semangat belajar yang tinggi.

Kita tahu, selama ini semangat belajar masih kurang. Faktanya saja: Banyak pelajar yang nongkrong entah di terminal, pinggiran jalan yang strategis saat kegiatan belajar mengajar berlangsung di sekolah. Masih ada orang tua yang belum mengerti pendidikan.

Malahan daerah yang terpencil (jauh dari kota) tahu akan pendidikan. Contoh di daerah Gunungkidul, orang tua yang berjualan rujak keliling dapat menyekolahkan 3 anaknya sampai perguruan tinggi dan itu patut diacungi jempol. Sisi lain masih ada guru mengajar asal-asalan. Guru tidak hanya menyampaikan materi saja, tetapi juga membekali siswa.

Juga siswa malah senang kalau pulang awal atau libur, padahal sudah membayar SPP yang mahal atau kalau tidak dibelikan motor tidak mau sekolah. Sebenarnya sekolah 9 tahun masih kurang, untuk memperbaiki mutu pendidikan kita.

Dengan sistem KBK dan menetapkan target nilai UAN dapat memperbaiki mutu pendidikan, alangkah baiknya kalau dinilai aspek-aspeknya.

FX Iskin Triyanto
Bangunrejo Rt 5/Rw 38 Sleman

***

Untuk Agnes Monica

Beberapa waktu lalu Agnes Monika tersandung kasus pelecehan tarian khas Aceh. Dia dinilai melecehkan karena membawakan dengan pakaian yang tidak sopan. Somasi pun dilayangkan padanya. Semoga menjadi renungan bahwa dia tinggal dan bekerja di Indonesia yang masih menjunjung nilai sopan santun.

Selama ini Agnes selalu tampil berani dan seksi dibanding artis seusianya. Ketika ditanya penampilannya itu, dia merasa enjoy saja. Menurut dia, yang terpenting bisa membawa diri dan berotak encer. Apalah arti otak encer bila tidak dapat menjunjung norma kesopanan.

Apalah guna otak cerdas bila tidak peka terhadap lingkungan. Bangsa kita telah mengalami degradasi moral. Janganlah diperparah dengan memberikan contoh buruk pada generasi muda. Apalagi Agnes seorang public figure yang setiap langkahnya disorot publik.

Bagi remaja berotak encer seperti dia mungkin dapat memilah mana yang baik dan yang buruk. Namun, bagi yang otaknya pas-pasan, mereka akan menerimanya secara mentah. Kita patut mendukung imbauan presiden untuk menolak bentuk pornoaksi dan pornografi.

Untuk Agnes, Anda bisa tampil lebih cerdas lagi bila tampilanmu dapat menjadi contoh baik bagi remaja tanpa membuat para orang tua, guru dan presiden cemas.

Qoni'ah
Jl Kauman I/34 Mranggen, Demak


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA