logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Juni 2005 WACANA
Line

Sekolah Koalisi di Kawasan Asia Tenggara

Oleh: FX Djoko Sukastomo

SEKOLAH koalisi merupakan sekolah yang mengembangkan jaringan kerja sama di antara sekolah nasional dan regional. Sekolah ini sedang dikembangkan di negara-negara Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.

Munculnya sekolah koalisi berawal dari pemikiran para pakar pendidikan di negara-negara Asia Tenggara, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pertemuan para menteri pendidikan se-Asia Tenggara -South East Asia Ministers of Education Organization (SEAMEO) Council Conference, di Chiang Mai, 11 Maret 2002. Pertemuan itu menghasilkan Declaration on Quality and Equity in Education in South East Asia.

Menurut jenisnya, sekolah koalisi ada dua, yakni sekolah koalisi nasional dan sekolah koalisi regional SEAMEO. Pernah diberitakan, berdasar SK Mendiknas No: 808 / C.C3 / Kep / OT / 2002, tanggal 10 September 2002 tentang Sekolah Koalisi Regional SEAMEO di Indonesia, ditetapkan dua sekolah dasar, dan dua sekolah lanjutan tingkat pertama sebagai sekolah koalisi regional yang juga masuk dalam jaringan sekolah koalisi nasional. Di tahun 2003, sekolah koalisi makin berkembang, terbukti dengan ditunjuknya sekolah koalisi di masing-masing provinsi di Indonesia.

Untuk Provinsi Jawa Tengah, sekolah koalisi tingkat sekolah dasar telah ditunjuk SD Negeri Ngaliyan 03, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Tentunya sangat beruntung bagi sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah koalisi, karena dapat mengembangkan jaringan kerja sama di bidang pendidikan maupun kebudayaan melalui tukar menukar informasi, saling mengadakan kunjungan, bertukar guru maupun pelajar, baik antarsekolah koalisi di seluruh provinsi di Indonesia maupun dengan sekolah-sekolah koalisi di negara-negara kawasan Asia Tenggara.

Demi menunjang kelancaran kerja sama antarsekolah koalisi, sekolah tersebut mendapat bantuan seperangkat media elektronik yang bisa mengakses internet. Untuk wilayah Indonesia, bantuan itu diterima dari pusat, yakni dari Dirjendikdasmen. Dari situlah, sekolah koalisi memiliki nilai tambah dibanding sekolah-sekolah lain.

Dengan fasilitas internet itulah, sekolah koalisi dapat memperlancar jalinan kerja sama antarsekolah koalisi, baik yang ada di dalam negeri maupun di kawasan Asia Tenggara.

Dalam pengelolaannya, sekolah koalisi jelas sangat membutuhkan sumber daya manusia yang andal (disiplin, tertib, terampil, berkemauan keras, berpengetahuan cukup, serta bertaggungjawab).

Menurut penulis, yang lebih penting untuk segera dapat dilaksanakan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bahasa Inggris para pengelola.

Bila kecakapan berbahasa asing sebagai sarana komunikasi kurang dikuasai, maka berarti jaringan kerja sama terhenti hanya sampai pada sekolah koalisi di dalam negeri.

Padahal bila kita mau jujur, pendidikan di negara kita, masih jauh ketinggalan dengan pendidikan di negara-negara lainnya. Justru dengan adanya sekolah koalisi itu, kita akan mendapatkan nilai tambah yang luar biasa, karena pengalaman pendidikan di negara lain dapat kita serap dan kembangkan.

Strategis

Sekolah Dasar Ngaliyan 03 berada satu kampus dengan SD Ngaliyan 01 dan 07. Di dalamnya perlu ada pembenahan, mengingat SD Ngaliyan 03 tidak/belum ada pemimpinnya. Semula SD Ngaliyan 01,03, dan 07 masing-masing dipimpin satu kepala sekolah. Akan tetapi karena ada kebijakan baru bahwa satu kampus (walau terdiri lebih dari satu sekolah) harus dikelola oleh satu kepala sekolah, maka sekarang Sutini SPd mendapat tugas memimpin ketiga sekolah tersebut. Sedangkan SK definitifnya, dia selaku kepala sekolah SD Ngaliyan 01. Dengan demikian, praktis SD Ngaliyan 03 belum ada kepala sekolahnya.

Sepintas tidak ada masalah, namun sebenarnya secara administratif perlu adanya penegasan untuk sekolah koalisi, yakni SD Ngaliyan 03, karena segala kegiatan sekolah koalisi tidak bisa mengambil nama SD Ngaliyan 01, 03, dan 07, akan tetapi menggunakan nama SD Ngaliyan 03 sesuai dengan surat keputusan yang diterimanya.

Hal demikian perlu mendapatkan perhatian oleh Dinas Pendidikan dan segera dapat diselesaikan, sehingga sekolah koalisi SD Ngaliyan 03 dipimpin oleh seorang kepala sekolah.

Dipandang dari segi letak, memang SD Ngaliyan 03 sangatlah strategis, karena berada di tengah-tengah sejumlah sekolah di Kecamatan Ngaliyan. Sekolah ini juga merupakan sentral kegiatan di antara berbagai sekolah di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Ngaliyan, baik kegiatan-kegiatan penataran (yang bukan hanya tingkat kecamatan saja, melainkan juga tingkat Kota Semarang), kegiatan keagamaan, Kelompok Kerja Guru ( KKG ), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), bahkan secara rutin juga digunakan untuk kegiatan IAIN Walisongo saat penerimaan mahasiswa baru, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya.

Di samping letaknya strategis, terdapat juga gedung pertemuan / aula sekolah dan lapangan sepak bola yang sangat memungkinkan untuk keberlangsungan berbagai macam kegiatan, ditunjang dengan halaman parkir yang luas. Dengan sekolah koalisinya itu, SD Ngaliyan 03 dimungkinkan akan membawa kemajuan, baik bagi segenap tenaga pengajar, siswa, maupun sekolah-sekolah sekitarnya. (24)

-FX Djoko Sukastomo SPd, guru SD Wates 01, Ngaliyan, Semarang.


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA